Strategi Dua Sutradara Garap Film Jailangkung

Purba Wirastama    •    01 Juni 2017 18:00 WIB
Strategi Dua Sutradara Garap Film Jailangkung
(Foto: Screenplay Films)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jose Poernomo dan Rizal Mantovani kembali berkolaborasi sebagai sutradara untuk film Jailangkung. Berbekal pengalaman kolaborasi di film sebelumnya, Jelangkung  (2003), Jose mengaku sudah paham soal pembagian kerja.

"Prinsip (kerjanya), kita udah sama-sama tahu. (Kita tahu) apa yang kita mau. Ini perlu begini, begini," kata Jose dalam perilisan trailer film Jailangkung  di Plaza Indonesia, Jakarta.

Salah satu contoh pembagian kerja ini adalah soal koordinasi departemen. Jose mengurus soal pencahayaan, sementara Rizal perkara artistik. Pengarahan pemain juga dibagi, misalnya pengarahan Jefry Nichol adalah tugas Jose.

"Film itu kan pekerjaan kolaboratif. Jagoan sendiri itu enggak ada. Mau ngedirect sendiri pun, bukan juga jadi jagoan sendiri karena ada operator kamera, chief lighting, orang art dan segala macam. Ini (kami) berkolaborasi bersama bikin satu film (Jailangkung). Jadi ketika nge-direct berdua, justru gantian," ujar Jose.

Film Jailangkung  bercerita tentang perjalanan tiga orang gadis dalam menguak misteri yang terjadi pada ayah mereka (Lukman Sardi), yang ditemukan koma secara misterius. Bella (Amanda Rawles), Angel (Hanna Al-Rashid), dan Tasya (Gabriella Quinlyn) berusaha menemukan jawaban.

Mereka dibantu oleh Rama (Jefry Nichol), teman kampus Bella peminat hal metafisik, serta seorang pilot (Augie Fantinus) yang mengantar ke tempat pertama ayah ditemukan. Mereka menemukan rumah besar di tengah hutan beserta jailangkung, boneka pemanggil arwah yang membuka rahasia gelap masa lalu dan kini membahayakan nyawa mereka.

Selain keenam pemain di atas, Wulan Guritno dan Butet Kertaradjasa juga terlibat sebagai pemeran. Skenario ditulis oleh Baskoro Adi Wuryanto. Sukdhev Singh dan Wicky V Olindo menjadi produser di bawah bendera Screenplay Films dan Legacy Pictures.

Jailangkung dijadwalkan tayang di bioskop mulai Minggu 25 Juni 2017.
(DEV)