Penyebab FFI 2018 Hanya Punya Tiga Nama Sutradara Terbaik

Purba Wirastama    •    11 November 2018 12:08 WIB
FFI 2018
Penyebab FFI 2018 Hanya Punya Tiga Nama Sutradara Terbaik
Lukman Sardi (Foto: Medcom/Purba)

Jakarta: Daftar nomine Piala Citra tahun ini telah diumumkan pada Jumat malam kemarin, 9 November 2018. Dari total 22 kategori nominasi, Sutradara Terbaik adalah salah satu yang hanya memiliki tiga nama unggulan.

Ketiga sutradara itu adalah Edwin (Aruna & Lidahnya), Kamila Andini (Sekala Niskala), dan Mouly Surya (Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak). Film-film garapan mereka juga masuk sebagai nomine Film Cerita Panjang Terbaik bersama Sultan Agung: Cinta, Tahta, dan Perjuangan.

Selain itu, ada dua kategori lain yang juga hanya memiliki tiga nomine. Johanna Wattimena dan Upi (Teman tapi Menikah), Rano Karno (Si Doel The Movie), dan Titien Wattimena (Aruna & Lidahnya) diunggulkan sebagai Penulis Skenario Adaptasi Terbaik.

Kemudian, ada tiga karya berjudul Lakardowo Mencari Keadilan (Linda Nursanti), Nyanyian Akar Rumput (Yuda Kurniawan), serta Semesta (Chairun Nissa) yang diunggulkan di kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik.

Biasanya, kebanyakan kategori punya sedikitnya lima judul atau nama yang masuk sebagai nomine, terutama untuk film cerita panjang. Apalagi selama setahun terakhir, ada 130-an judul film cerita yang dirilis resmi di bioskop berbayar dan layak seleksi. Jumlah ini relatif lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Apa kata pihak komite?

Ketua Komite Festival Film Indonesia 2018-2020 Lukman Sardi menjelaskan, mereka punya batas ambang nilai untuk semua kandidat nomine yang diusulkan oleh asosiasi dan organisasi perfilman. Kendati usulan kandidat berjumlah lima misalnya, tidak semua bisa masuk jika nilainya tidak mencapai ambang.

"Kami menentukan batas nilai terendah karena kami bicara kualitas," kata Lukman kepada wartawan usai pengumuman nomine di La Moda Plaza Indonesia Jakarta.

"Itulah mengapa, dalam kategori tertentu, ternyata cuma tiga (nomine) karena di bawah itu, nilainya tidak mencukupi untuk batas yang kami punya. Kami mencari benchmark yang bagus dan berkualitas," lanjutnya.

Lukman tidak merinci berapa batas nilai yang mereka tetapkan. Namun dia menegaskan tidak ada toleransi dalam seleksi ini. Dia juga berharap, seleksi ketat ini bisa ikut mendorong sineas untuk meningkatkan kualitas dalam pengerjaan karya-karya film mereka.

Sejak 2017, seleksi nominasi Piala Citra dilakukan sepenuhnya bersama asosiasi dan organisasi perfilman resmi yang tercatat di Badan Perfilman Indonesia. Tahun ini, sebanyak 20 lembaga terlibat dan memiliki cakupan hak pilih berbeda-beda. Kategori Sutradara Terbaik misalnya, hanya bisa dipilih oleh Indonesian Film Directors Club (IFDC) dan asosiasi terkait.

Malam Anugerah Piala Citra 2018 akan digelar di Jakarta pada 10 Desember mendatang. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak memborong nomine dengan masuk ke dalam 14 dari 18 kategori film cerita panjang. Aruna & Lidahnya dan Sekala Niskala meraih sembilan nominasi.


 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA