10 Film Animasi Non-Hollywood

Purba Wirastama    •    02 Februari 2018 19:26 WIB
animasitrivia film
10 Film Animasi Non-Hollywood
Paprika dan Minuscule Valley Of The Lost Ants

Jakarta: Bicara film animasi dunia, judul yang mungkin paling mudah diingat adalah yang berasal dari studio-studio besar kawasan Los Angeles, California. Sebut saja Toy Story, Kung Fu Panda, Despicable Me, atau yang terbaru dan fenomenal Coco.

Namun film animasi tak hanya dari Hollywood yang rata-rata memang punya jaringan distribusi luas. Animasi juga bukan jenis film yang hanya ditujukan bagi anak dan remaja. Ada banyak film  animasi dari sejumlah negara dengan berbagai gaya dan kategori penonton.

Berikut kami merangkum 10 judul film animasi di antaranya, yang telah dirilis dalam 10 tahun terakhir.

1. Paprika (Satoshi Kon, 2006)   
Film fiksi ilmiah Jepang ini ditulis dan disutradarai Satoshi Kon berdasarkan novel tahun 1993 karya Yasutaka Tsutsui. Paprika adalah film animasi keempat dan terakhir Satoshi sebelum meninggal pada 2010 karena kanker pankreas. Kisahnya disebut-sebut menjadi salah satu inspirasi Christopher Nolan dalam membuat film Inception.

Paprika mengikuti kisah Dr. Atsuko Chiba, ilmuwan saat siang dan detektif 'mimpi' bernama Paprika saat malam. Atsuko dan rekan-rekannya membuat perangkat bernama DC Mini, yang dimaksudkan untuk membantu pasien psikatri dengan cara menyelami mimpi mereka. Suatu ketika prototip DC Mini dicuri. Atsuko/Paprika pun berjuang mencari alat ini sebelum bahaya bertambah besar.




2. Persepolis (Marjane Satrapi & Vincent Paronnaud, 2007)   
Film Prancis-Iran ini merupakan biopik dewasa yang diadaptasi dari novel grafis autobiografi Marjane Satrapi. Marjane adalah penulis dan seniman Iran dari keluarga pendukung Marxis, yang aktif menentang monarki Syiah pada era 1970-an. Sejak muda, Marjane telah melihat berbagai kebrutalan yang menimpa anggota keluarganya selama Iran berkonflik.

Persepolis mengikuti kisah Marjane mulai kecil hingga menjadi remaja punk pemberontak di Iran. Pada saat bersamaan, iklim politik Iran era 1970-an dan 1980-an sedang sangat panas. Anggota keluarga yang condong ke liberal ditahan dan dihukum mati. Lalu Iran dan Irak juga sedang berperang.




3. Waltz with Bashir (Ari Folman, 2008)   
Ini merupakan film animasi dokumenter perang garapan sutradara Israel Ari Folman. Bersama film $9.99, Waltz with Bashir menjadi film animasi panjang Israel yang pertama dirilis sejak film Ba'al Hahalomot (1962). Film ini menang sebagai film berbahasa asing terbaik di Golden Globe.

Kisahnya merupakan autobiografi Ari Folman saat masih menjadi tentara berusia 19 yang terjun ke Lebanon dalam perang tahun 1982. Folman menyaksikan pembantaian Sabra dan Shatila, tetapi tak punya ingatan atas kejadian tersebut. Pada 2006, dia menelusuri kembali ingatannya lewat bekas rekan prajurit, psikolog, dan jurnalis yang meliput perang.




4. The Illusionist (Sylvain Chomet, 2010)   
Animasi drama komedi ini digarap oleh sutradara Prancis Sylvain Chomet, yang dikenal lewat film animasi unggulan Oscars, The Triplets of Belleville. Naskahnya digarap ulang berdasarkan naskah tulisan Jacques Tati pada 1956 yang tidak jadi diproduksi menjadi film. Kontroversi muncul, terkait kabar bahwa naskah aslinya merupakan surat personal Tati bagi putrinya yang dibuang saat bayi.

Berlatar Eropa 1950-an, The Illusionist mengikuti kisah pesulap Prancis yang berkelana ke bar dan restoran lusuh Skotlandia lantaran tersisih oleh musik rock-n-roll. Dia bertemu Alice, gadis yang percaya bahwa sulapnya nyata dan kemudian mengikuti dia berkeliling Edinburg. Tak tega mengungkap bahwa sulap hanya trik, sang pesulap pun rela nyaris bangkrut demi memberikan hadiah 'sihir' bagi Alice.




5. The Tale of the Princess Kaguya (Isao Takahata, 2013)
Studio Ghibli mungkin lebih lekat dengan sosok Hayao Miyazaki dan beberapa karya seperti My Neighbors Totoro atau Spirited Away. Salah satu pendiri studio, Isao Takahata juga aktif membuat film animasi sejak 1980-an. Film Isao yang terakhir dirilis adalah The Tale of the Princess Kaguya.

Drama fantasi ini berkisah tentang peri kecil yang ditemukan dalam pepohonan bambu oleh sepasang suami istri. Peri ini berubah menjadi bayi, yang kemudian mereka rawat hingga tumbuh besar menjadi seorang perempuan cantik bernama Puteri Kaguya. Pesona Kaguya telah menarik perhatian banyak orang, tetapi dia harus menghadapi takdir hukuman atas kejahatan di masa lampau.




6. Minuscule Valley Of The Lost Ants (Thomas Szabo & Helene Giraud, 2013)
Film fabel Prancis-Belgia ini digarap oleh duo sutradara Helene Giraud and Thomas Szabo, yang juga mengerjakan serial animasi Minuscule. Animasi ini nyaris tanpa dialog dan memiliki musik serta efek suara yang sejalan dengan gambar.

Kisahnya mengikuti seekor kumbang betina yang berteman dengan seekor semut hitam. Sang kumbang membantu sang semut dalam menyelamatkan koloni semutnya dari sebuah perang dengan semut merah.




7. Shaun the Sheep The Movie (Richard Starzak & Mark Burton, 2015)
Ini adalah drama komedi petualangan asal Inggris yang diinspirasi oleh serial televisi Shaun the Sheep buatan Nick Park. Produksi dilakukan oleh studio yang sama, Aardman Animations. Film animasi stop motion ini masuk nominasi sejumlah ajang penghargaan, termasuk Oscars dan Golden Globe.

Kisahnya mengikuti para hewan di peternakan Mossy Bottom. Bosan dengan rutinitas kandang, Shaun si domba bersekongkol dengan teman-teman hewan untuk mencuri hari libur dari sang majikan. Namun eksekusi rencana tak terkontrol tatkala sang majikan terbawa karavan ke kota dan menjadi amnesia karena tabrakan. Shaun dan teman-teman berupaya mengembalikan lagi sang majikan ke peternakan.




8. Big Fish & Begonia (Liang Xuan & Zhang Chun, 2016)
Film fantasi epik Tiongkok ini merupakan kolaborasi bersama Studio Mir, studio animasi Korea Sealtan di balik serial Voltron: Legendary Defender dan Lego Elves: Secrets of Elvendale. Film ini dikembangkan oleh Liang Xuan dan Zhang Chun selama 12 tahun sejak mereka merilis film pendek berjudul sama.

Kisahnya mengikuti Chun, gadis dari dunia bawah laut yang berisi makhluk pengatur ombak serta perubahan musim. Saat menginjak usia 16 dan menjelajah dunia manusia dalam wujud lumba-lumba, Chun ditolong seorang lelaki yang harus mengorbankan nyawa. Tergerak oleh kebaikan, Chun berjuang untuk menghidupkan lagi bocah itu dan menghadapi bahaya yang mengancam.




9. Your Name (Makoto Shinkai, 2016)
Drama romantis ini merupakan film animasi kelima Makoto Shinkai bersama CoMix Wave Films. Your Name menjadi film animasi terlaris kedua di Jepang dan menang sejumlah penghargaan, termasuk Sitges Film Festival dan Japan Academy Prize. Makoto juga menulis versi novelnya yang dirilis sebulan sebelum penayangan perdana.

Your Name atau Kimi no Na wa. mengikuti kisah dua remaja tak saling kenal yang tiba-tiba tertukar badan saat terbangun. Sang lelaki berasal dari pusat kota Tokyo yang sibuk dan sang perempuan adalah putri dari keluarga penjaga tradisi di kampung pegunungan. Mereka pun berupaya untuk mengenali dan bertemu satu sama lain.




10. Gantz: O (Yasushi Kawamura, 2017)
Film laga animasi CGI Jepang ini digarap sutradara Yasushi Kawamura bersama Digital Frontier, rumah produksi yang juga membuat Appleseed (2004) dan Deathnote (2006). Kisahnya adalah adaptasi serial manga Gantz karya Hiroya Oku.

Gantz: O mengikuti kisah seorang remaja lelaki, yang dibunuh secara brutal di stasiun bawah tanah dan dibangkitkan kembali oleh komputer aneh bernama Gantz. Remaja ini dipaksa untuk bertarung melawan kawanan alien yang menyerbu Osaka.



 


(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

5 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA