Marlina, Si Pembunuh Empat Babak Kembali ke Indonesia Usai Melanglang Buana

Cecylia Rura    •    10 November 2017 11:53 WIB
film indonesia
Marlina, Si Pembunuh Empat Babak Kembali ke Indonesia Usai Melanglang Buana
Marlina, Si Pembunuh Empat Babak (Foto: dok. cinesurya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Film Marlina Si Pembunuh Empat Babak merupakan karya terbaru sutradara Mouly Surya yang mulai beredar di bioskop-bioskop Tanah Air mulai 16 November 2017.  Sebelumnya, film ini terlebih dahulu telah melanglang buana ke beberapa festival film internasional pada Mei hingga Oktober 2017.

Rama Adi selaku produser mengaku senang ketika film ini akhirnya rilis di Indonesia. "Lega banget waktu kami dapat jadwal rilis film Marlina tanggal 16 November nanti," katanya lewat siaran resmi yang diterima Metrotvnews.com.

"Kami merasa terharu, senang, sekaligus bangga setelah Marlina pergi ke belahan dunia lain untuk mengikuti festival film internasional, dan akhirnya pulang untuk penonton Indonesia. Semoga ini menjadi film yang ditunggu-tunggu oleh penonton film di Indonesia," tambah Rama.

Film yang mengambil Sumba, Nusa Tenggara Timur sebagai latar belakang cerita ini telah lolos seleksi dalam festival film internasional. Di antaranya, Festival Film Cannes (Mei 2017), New Zealand Internasional Film Festival dan Melbourne Film Festival (Agustus 2017), Toronto International Film Festival dan Festival International du Film deFemmesde Sale (FIFFS) Maroko (September 2017), Sitges Fantastic Film Festival, Busan International Film Festival, dan QCinema International Film Festival (Oktober 2017).

Tak hanya lolos, film Marlina juga menyabet  beberapa penghargaan bergengsi sebagai film dengan skenario terbaik pada FIFFS Maroko edisi ke-11. Kemudian dinobatkan sebagai film terbaik Asian Nestwave dari The QCinema Film Festival, Filipina. Sementara sang aktris utama, Marsha Timothy menyabet penghargaan aktris terbaik dari Sitges International Fantastic Film Festival, mengalahkan Nicole Kidman.

Pemeran Marlina, Marsha Timothy mengungkapkan tantangan terberat dalam film ini adalah ketika harus menghadapu cuara yang ekstrem di Sumba. "Hari pertama kita syuting film ini mengambil lokasi cukup jauh dari penginapan. Kami harus berangkat pukul 3 pagi. Tempatnya juga berdebu, anginnya kenceng banget," kenang Marsha.

Meski demikian, pasangan dari aktor Vino G. Bastian ini mengaku merasa lega setelah mendapatkan penghargaan di Sitges International Fantastic Film Indonesia. Ia merasa semua usahanya dalam memelajari dialek Sumba selama dua bulan dan berlatih kuda terbayar sudah.

Sementara itu, produser Fauzan Zidni mengatakan film Marlina telah mendapatkan jalur distribusi sebanyak 18 negara termasuk Amerika Serikat dan Kanada. "Lolos dalam seleksi festival-festival film internasional merupakan salah satu cara kami untuk mendapatkan jalur distribusi yang lebih luas lagi," ungkap Fauzan.

Premiere film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak diadakan pada Kamis, 9 November 2017 di XXI Plaza Indonesia.

Sebelumnya, pada 7 November lalu, film ini telah tayang khusus di Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Marlina mendapatkan tanggapan positif dari para penontonnya. Alasan pemutaran film ini di Jogja tidak lain karena acara tersebut merupakan salah satu festival film tahunan terbesar dan terpenting di Indonesia.

Film ini sendiri dikhususkan bagi penonton yang berusia di atas 17 tahun ke atas. Menurut Lembaga Sensor Film, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak merupakan karya bersama dengan Cinesurya dan Kaninga Pictures Indonesia. Mereka juga bermitra dengan beberapa ko-produksi internasional Sasha & Co (Perancis), Astro Shaw (Malaysia), HOOQ Originals (Singapura) dan Purin Pictures (Thailand).

Film ini dibintangi oleh Marsha Timothy (Marlina), Dea Panendra (Novi), Egi Fadly (Markus), dan Yoga Pratama (Frans). Skenario film merupakan garapan Mouly Surya bersama Rama Adi, dengan ide cerita dari Garin Nugroho.

"Ide cerita Marlina sebenarnya dari Mas Garin. Tahun 2014 lalu saya dan dia sama-sama menjadi juri di Festival Film Indonesia, tiba-tiba Mas Garin ngajak untuk bikin film bareng. Nah, di situ pertama kali Mas Garin cerita soal Marlina kepada saya," ungkap Mouly.

"Saya enggak mengubah premis dari Mas Garin, tapi saya menambahkan detail-detail dan memberikan 'kendaraan' berupa genre western terhadap film ini," lanjutnya.

Dalam penggarapan film Marlina, Mouly menggandeng Zeke Khaseli dan Yudhi Arfani untuk mengerjakan scoring film Marlina yang kental akan nuansa cowboy. Ini merupakan kali ketiga Marlina berkolaborasi dengan Zeke Khaseli.

Selain scoring film, Zeke Khaseli dan Yudhi Arfani juga berkolaborasi dengan Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca) untuk mengerjakan original soundtrack film Marlina, berjudul Lazuardi. Single Lazuardi sendiri sudah dapat didengar di platform media daring Apple Music, iTunes, dan Spotify.


(ELG)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

3 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA