Pelajaran Akting Laila Sari di Film Wajah Seorang Laki-laki

Purba Wirastama    •    21 November 2017 21:35 WIB
laila sari
Pelajaran Akting Laila Sari di Film Wajah Seorang Laki-laki
Laila Sari semasa hidup (Foto: dok. kitabisa.com)

Jakarta: Wajah Seorang Laki-laki adalah film debut sutradara Teguh Karya, setelah dia lebih dulu aktif di pangung teater. Film tahun edar 1971 ini juga menjadi kali pertama Laila Sari bermain lagi di film sejak 1956.

Slamet Rahardjo juga mengawali karier aktor film di film ini. Saat itu usianya 22. Sementara Laila 33 dan telah lebih dulu aktif di teater klasik bersama para seniman Tangkiwood.

Wajah menjadi satu-satunya film yang melibatkan Slamet dan Laila dalam satu proyek. Laila juga tidak bermain lagi di film-film garapan Teguh berikutnya.

Namun menurut Slamet, Laila mendapatkan satu pelajaran dari Teguh mengenai berakting di film. Saat dihubungi, Slamet mengenang pengalaman kerja dia dengan Teguh dan Laila.

"Mereka (Laila dan aktor Tangkiwood) memiliki pola akting yang dipelajari di teater," kata Slamet saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa 21 November 2017.

Rahasia Laila Sari Mudah Menangis Saat Akting

Slamet menyorot perbedaan pola akting teater klasik atau gaya bangsawan dengan pola akting di film, yang dinilai lebih hemat kata-kata. Dia sendiri belajar teater modern dan bergabung dalam kelompok Teater Populer bersama Teguh.

Menurut Slamet, aktor teater klasik luwes bermain di atas panggung. Saat bermain film, ungkapan mereka lebih mirip karya sastra.

"Sehingga semua diselesaikan dengan kata-kata," tutur Slamet.

"Nah, Teguh Karya mengarahkan Laila Sari: Enggak usah diucapkan karena lu sudah jalani secara visual, makanya lu omong begini saja, enggak usah panjang-panjang kayak biasa (di teater)," ujar Slamet mengulang ucapan Teguh kala itu.

"Dengan latihan itu, ada penemuan-penemuan baru juga bagi Laila Sari ketika main film," lanjutnya.

Laila Sari Sang Penghibur Sejati

Setelah Wajah, Laila bermain dalam sedikitnya 16 film hingga 1996, seperti Singa Betina dari Marunda (1971) garapan Sofia Waldy dan Sinyo Adi (1977) garapan Lilik Sujio alias Astaman Jr.

Selain film, Laila juga aktif sebagai pemain teater dan juga penyanyi. Hingga era 2000-an, dia masih muncul dalam beberapa film dan acara televisi. Sah jika dia disebut sebagai artis enam dekade.

Kini Laila telah tiada, tak lama setelah ratusan orang menyumbang dana baginya lewat acara televisi swasta dan situs penggalangan dana. Dia meninggal dalam usia 82 tahun pada Senin 20 November 2017.

Dia dikebumikan hari berikutnya di TPU Karet Bivak Jakarta, satu liang bersama suami yang lebih dulu meninggal pada 2000.








 


(ELG)