Alasan Sutradara Beyond Skyline Garap Film di Asia Tenggara

Purba Wirastama    •    26 Oktober 2017 15:28 WIB
film asing
Alasan Sutradara Beyond Skyline Garap Film di Asia Tenggara
Beyond Skyline (dok Hydraulx)

Metrotvnews.com, Jakarta: Liam O'Donnel, sutradara sekuel Beyond Skyline, menyebut bahwa rencana proyek film ini telah disiapkan sejak film pertama masuk tahap pasca-produksi pada 2010. Waktu itu dia serta duo sutradara Greg dan Colin Strause tetap mengembangkan naskah setelah syuting film pertama selesai dilakukan.

"Kami tetap menulis ulang naskah film pertama saat sedang tahap pasca-produksi. Karena itu, epilog jadi semakin besar dan besar. Luar biasa bagiku, juga bagi Greg dan Colin, yang jadi sutradara film pertama dan produser untuk film ini," kata Liam kepada Shockya.com baru-baru ini.

"Kami pikir ini akan jadi dunia yang sangat menarik untuk dijelajahi lebih jauh," lanjutnya.

Film pertama berjudul Skyline dan diproduksi ramai-ramai oleh rumah produksi Strause bersaudara, Hydraulx, Transmission, Relativity Media, serta Rat Entertainment. Liam jadi salah satu produser dan ikut menulis naskah bersama Joshua Cordes.

Beyond Skyline Tiru Gaya Bertarung The Raid

Terlepas dari berbagai kritik, film ini sukses secara komersial dengan pendapatan total di bioskop sedikitnya USD 66 juta atau Rp 895 miliar. Menurut Liam, dana produksi fisik hanya USD 500ribu, jumlah relatif kecil untuk film fiksi ilmiah. Dana untuk pasca-produksi didapat setelah itu dengan jumlah antara USD 10-20 juta.

Liam turun tangan sebagai penulis dan sutradara untuk sekuelnya, Beyond Skyline. Strause bersaudara menjadi produser. Produksi dilakukan di bawah naungan Hydraulx dan Infinite Frameworks Batam serta sejumlah pihak lain.

Kisah besar film adalah invasi alien di Bumi. Film pertama, Skyline, berlatar Los Angeles dan didominasi kejadian di kota. Kejadian di kapal terbang alien ditunjukkan pada bagian akhir.

Sementara Beyond Skyline menyorot kejadian simultan di Laos. Seorang detektif bernama Mark (Frank Grillo) berusaha membebaskan anaknya yang terperangkap kapal alien. Dalam perjalanan, dia bertemu karakter yang diperankan Iko Uwais dan Yayan Ruhian.

"Aku ingin menyorot lebih banyak kejadian di kapal, benar-benar menunjukkan alien, dan fakta bahwa kapal ini adalah rumah yang seram di atas sana. Namun aku juga merasa bahwa film baru ini harus dimulai dengan hal baru, meski masih ada penyintas di akhir film pertama," ungkap Liam.

Iko Uwais Jadi Orang Laos di Beyond Skyline

Seperti terlihat dalam trailer Beyond Skyline, kisahnya berpusat di kompleks candi yang menjadi markas kelompok prajurit bawah tanah. Bagi Liam, pria kelahiran Massachusetts 1982, bangunan kuno seperti candi adalah daya tarik utama.

"Aku pikir, jika kami membuat kapal itu jatuh di hutan Asia Tenggara, gambaran puing dan candi-candi kuno di sana terasa begitu menarik dan berbeda. Aku merasa tidak harus mengejar nuansa pertarungan urban yang sudah ada di banyak film lain dengan genre serupa," ucapnya.

Namun syuting untuk set Laos justru dilakukan di Indonesia, yaitu Candi Prambanan dan Air Terjun Sri Gethuk di Yogyakarta. Sebagian lagi dilakukan di dalam studio di Batam.

"Membuat film di sana adalah sebuah kebetulan yang menyenangkan. Sehingga film ini jadi lebih baik dari yang dibayangkan (jika tidak syuting di luar AS)," tukas Liam.

Beyond Skyline dibintangi oleh Frank Grillo, Iko Uwais, Yayan Ruhian, Bojana Novakovic, Callan Mulvey, Valentine Payen, Kevin O'Donnell, Antonio Fargas, dan Pamelyn Chee. Film dijadwakan tayang bioskop Indonesia mulai Rabu 1 November 2017.


 


(ELG)

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

1 day Ago

Danilla merengkuh segala yang bisa dilakukan oleh seorang penyanyi pendatang baru. Mulai dari m…

BERITA LAINNYA