6 Fakta Seputar Pembajakan Film

Agustinus Shindu Alpito    •    14 Maret 2017 19:42 WIB
pembajakan
6 Fakta Seputar Pembajakan Film
Ilustrasi pembajakan (Foto: Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Motion Pictures Association (MPA) di bawah koordinasi Badan Ekonomi Kreatif terus bekerja memberantas pembajakan film.

Pada tahun ini, mereka telah melaporkan 176 situs internet yang melakukan pembajakan film. Laporan itu nantinya diverifikasi oleh Kementerian Hukum dan HAM. Bila terbukti melanggar hak cipta, situs-situs itu akan diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Pembajakan bukan masalah baru di Indonesia, seiring perkembangan teknologi, pembajakan bertransformasi dalam berbagai metode dan cara. Berikut enam fakta seputar pembajakan film yang disampaikan oleh APROFI, MPA, dan juga Kementerian Hukum dan HAM, dalam jumpa pers yang digelar di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/3/2017).

1. Hasil riset APROFI menunjukkan 32 dari 100 mall di Jakarta, 3 dari 10 mall di Bogor, 4 dari 8 mall di Jogja, 4 dari 4 mall di Makassar, dan 13 dari 15 mall di Surabaya, masih menjual DVD bajakan.

2. Hasil riset dari Massey University, pendapatan situs yang membajak film dari iklan berisiko tinggi, total 84% dari total iklan. Perinciannya, 75 persen dari iklan judi, 5,6 persen iklan aplikasi komputer berbahaya (malware), 8,8 persen iklan penipuan, dan sisanya iklan pornografi.

3. Cara pembajakan film kian beragam, termasuk melalui aplikasi live streaming video. Beberapa waktu lalu, Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya menangkap Merlina Adiah yang menyiarkan film Me vs Mami milik MNC Pictures lewat akun BigoLive-nya.  Merlina yang berasal dari Samarinda dijerat dengan pasal 32 dan 48 UU ITE, dan pasal 113 UU Hak Cipta dengan ancaman hukuman sembilan tahun.

4. Pada 12 Januari 2017, APROFI telah melaporkan  95 situs pembajakan film kepada Kementerian Hukum dan HAM, dalam hal ini Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian. Hasilnya,  setelah melalui proses verifikasi, 92 situs direkomendasikan oleh Kementerian Hukum dan HAM kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk ditutup.

5. Langkah serupa juga dilakukan Motion Pictures Association (MPA) yang mewakili enam rumah produksi besar asal Hollywood. MPA melaporkan 89 situs pembajakan film, pada 12 Januari 2017. Kemudian tim verifikasi dari Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian sengketa kekayaan intelektual memberikan rekomendasi penutupan 83 situs pembajakan kepada Kemkominfo.

6. Secara keseluruhan, Kementerian Hukum dan HAM telah merekomendasikan 324 situs pembajakan untuk ditutup. Situs itu terkait dengan pembajakan film dan musik. Angka itu akan terus bertambah jika pihak Kementerian Hukum dan HAM mendapat laporan terkait pembajakan kekayaan intelektual, dan laporan itu dapat diverifikasi dan terbukti melanggar hukum.


 


(ELG)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

6 days Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA