Talenta Komika Dinilai Bisa Jadi Modal untuk Garap Film

Purba Wirastama    •    05 Desember 2017 20:38 WIB
film indonesia
Talenta Komika Dinilai Bisa Jadi Modal untuk Garap Film
Produser Chand Parwez Servia (tengah) bersama Soleh Solihun dan tim film Mau Jadi Apa? (Foto: Metrotvnews/Purba)

Jakarta: Chand Parwez Servia, bos Starvision Plus, telah membawa sedikitnya tiga komika untuk menempuh jalur profesi sebagai penulis dan sutradara film. Menurut Parwez, komedian tunggal memiliki sejumlah talenta yang dibutuhkan dalam membuat film.

"Komika itu multi-talenta. Mereka harus bisa menyampaikan sesuatu dan tetap harus tampil, menulis naskah, dan harus bisa menyampaikan segala itu dengan comedy timing yang tepat," kata Parwez saat ditemui di Plaza Festival Karet Kuningan, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.

"Itu adalah hal sulit karena (komika) tampil sendiri. Beda dengan komedi zaman dulu, ada orang lempar bola, ada yang menangkap. Mereka (komika), dengan tampil sendiri, harus bisa menciptakan sesuatu. Kemampuan ini melatih mereka menjadi sangat mudah dalam menyelesaikan penulisan atau memahami naskah, memerankan naskah, atau malah mengarahkan naskah," lanjut Parwez.

Hingga kini Parwez dan SVP telah bekerja sama dengan sutradara yang juga komika. Ada Raditya Dika, Ernest Prakasa, dan Soleh Solihun. Terakhir ada Pandji Pragiwaksono yang kini sedang mengerjakan proyek film perdana berjudul Partikelir.

Kolaborasi dengan Radit dimulai pada proyek Manusia Setengah Salmon (2013). Saat itu Radit menjadi penulis naskah dengan sutradara Herdanius Larobu. Debut Radit sebagai sutradara bersama SVP adalah Marmut Merah Jambu (2014).

Mengapa Banyak Komika Tampil di Film Komedi

Ernest bergabung dengan Parwez pada 2015 untuk proyek debutnya, Ngenest. Setelah itu, dia melanjutkan kolaborasi lewat Cek Toko Sebelah dan terakhir Susah Sinyal. Ernest juga mengaku sudah punya dua proyek lagi dengan SVP hingga 2019.

Debut film Soleh, Mau Jadi Apa?, juga dikerjakan bersama SVP. Soleh menjadi penulis dan sutradara dengan bantuan Agasyah Karim, Khalid Kasogi, dan Monty Tiwa.

Baik Radit, Ernest, Soleh, maupun Pandji juga menekuni profesi sebagai penulis. Mereka telah merilis beberapa buku. Menurut Parwez, pada umumnya komika juga bisa menulis. Talenta ini disebut menjadi modal dalam mengerjakan film sebagai penulis naskah.

"Tapi biasanya mereka juga menyadari masalah mereka sendiri, dan mereka biasa punya tim untuk penulisan. Ernest sendiri kan sebenarnya sudah lucu, tapi tetap merasa butuh konsultan komedi. Di sini dia pakai Arie Kriting. Proyek film memang melibatkan banyak orang, karya kolektif," tukas Parwez.

Susah Sinyal garapan Ernest akan dirilis pada 21 Desember 2017. Sementara Partikelir garapan Pandji kini dalam tahap produksi dan akan dirilis pada akhir kuartal pertama 2018.



 


(ELG)