Ulasan Film Terbaru Raditya Dika, Target

Cecylia Rura    •    15 Juni 2018 14:43 WIB
review film
Ulasan Film Terbaru Raditya Dika, Target
Adegan dalam film Target (Foto: Soraya Intercine Films)

Jakarta: Sembilan orang hendak melakukan syuting film berjudul Target, tetapi mereka ternyata dijebak di sebuah gedung kosong. Seseorang bernama Game Master muncul, memberitahu dalam 24 jam mereka harus mengikuti permainan-permainan mematikan. Hanya satu yang bisa selamat. Siapa dia?

Mereka dengan profesi berbeda diundang dalam proyek film misterius melalui pesan surel. Raditya Dika, Hifdzi dan Romy Rafael berada di dapur rumah Radit membicarakan undangan bermain dalam proyek film Target melalui pesan surel. Cinta, mantan kekasih Radit rupanya ikut terlibat dalam film ini. Sementara hubungan keduanya tampak belum membaik.

Memenuhi undangan surel misterius tersebut, kesembilan aktor akhirnya berkumpul di sebuah rumah kosong. Mereka adalah Raditya Dika sebagai komika, Cinta Laura Kiehl sebagai artis, Samuel Rizal sebagai aktor congkak bertubuh atletis, Willy Dozan sebagai aktor laga legendaris yang kemudian berubah nama menjadi Wince, Abdur Arsyad sebagai komedian, Hifdzi Khoir sebagai komedian, Ria Ricis sebagai YouTuber, Romy Rafael sebagai pesulap dan Anggika Bolsterli sebagai aktris pemberani. 

Mula-mula, mereka diinstruksikan untuk berganti pakaian yang telah disediakan dan menyantap hidangan yang telah tersedia di meja makan. Benar saja, seperti dugaan Hifdzi, makanan tersebut telah diberi obat bius agar semuanya terlelap. Saat terbangun, mereka telah berada di sebuah gedung tua tak terawat, bekas rumah sakit.


Adegan dalam film Target (Foto: Soraya Intercine Films)

Untuk mendapatkan adegan senatural mungkin, para aktor terpilih harus mengikuti instruksi melalui pesan yang disampaikan oleh Game Master dalam sebuah layar di sudut ruangan.

Seperti pada film-film sebelumnya, di sini Raditya Dika bermain sebagai aktor utama yang memiliki problematika soal asmara, kali ini dengan Cinta Laura.

Pada menit pertama tidak ditampilkan adegan mimik khusus layaknya aktor yang berakting. Permainan adu peran tampak natural sesuai dengan pribadi di kehidupan nyata. Raditya Dika sebagai komika yang tampak konyol, Abdur Arsyad dengan logat Timur-nya, Hifdzi yang identik dengan hobi makan, Cinta Laura dengan aksen bahasa Inggris yang khas, dan Ria Ricis dengan tingkahnya yang tak jauh berbeda saat berada di layar YouTube.

Bermain tanpa ada perubahan nama, humor yang ditawarkan berupa sindiran profesi dalam dialog antarpemain. Sejenak, bumbu humor receh di dalamnya memang sedikit menghibur, tapi tidak dalam waktu lama. Tidak ada komedi slapstick dalam film ini.

Pada benang merah cerita, mereka harus melawan satu sama lain untuk bertahan hidup dan melalui perjalanan panjang dengan berbagai tantangan yang harus dipecahkan. Game ini juga menguji rasa kepercayaan antarpemain. Gagal, nyawa taruhannya.

Beberapa bingkai menampilkan adegan berdarah dengan senjata tajam. Namun tidak terlalu banyak.

Pada akhir cerita, Raditya Dika memberikan plot twist dalam beberapa bingkai. Salah satunya seperti yang disebutkan oleh Radit di beberapa kesempatan, ketika Willy Dozan menjadi sosok Wince. Sosok Wince sejak awal sudah dihadirkan dalam film menggantikan figur Willy Dozan yang tangguh.

Kemasan film Target cukup menyerupai adegan film thriller Saw garapan sutradara James Wan. Tidak banyak adegan berdarah yang ditampilkan. Pengerjaan film ini memang diakui Raditya Dika terinspirasi dari game online PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG), yang menyebabkan beberapa adegan perkelahian antarpermain yang cukup menarik.

Target menjadi film dengan naskah lepas yang dikerjakan bersama rumah produksi Soraya Intercine Films. Naskah lepas pertama dirilis dengan judul Single (2015) dalam genre komedi-romantis, disusul film Hangout (2016) bergenre thriller, lalu The Guys (2017).

Film ini merupakan proyek film ketiga Radit bersama Soraya Intercine Films, setelah Single (2015) dan The Guys (2017). Sebelumnya, komika yang berangkat lewat buku bergenre komedi ini rajin menulis serial buku dengan judul yang mengandalkan nama-nama hewan seperti contoh Kambing Jantan, Marmut Merah Jambu dan Manusia Setengah Salmon.



 




(ASA)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

6 days Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA