Kiper Islandia yang Gagalkan Penalti Messi Seorang Sutradara

Purba Wirastama    •    17 Juni 2018 11:37 WIB
trivia film
Kiper Islandia yang Gagalkan Penalti Messi Seorang Sutradara
Hannes Thor Halldorsson (Foto: Shutterstock)

Moskow: Hannes Thor Halldorsson mencuri panggung laga penyisihan Grup D Piala Dunia 2018 antara tim negara kecil Islandia melawan Argentina. Dalam babak kedua, dia mematahkan tendangan penalti dari dewa sepakbola Lionel Messi dan berhasil menahan skor imbang.

"Saya mengerjakan banyak pekerjaan rumah, menonton banyak penalti dari Messi. Saya juga melihat kembali sejumlah penalti yang pernah saya hadapi dan apa yang mungkin dia duga dari saya. Saya punya perasaan kuat bahwa dia akan begitu," kata Hannes usai pertandingan.

Hannes tak hanya pemain bola. Kembali ke negara rumahnya 1.000 km dari Inggris dan Norwegia, dia juga seorang sutradara film – film secara umum, bukan film bioskop. Dalam wawancara dengan Bleacher Report, pria kelahiran 27 April 1984 menceritakan riwayat hidupnya.

Hannes mulai berlatih dengan klub KR sejak usia 6. Pada usia 14, dia mengalami dislokasi tulang bahu akibat jatuh saat main snowboard dan berhenti bermain bola. Dia mencoba kembali bermain, tetapi tulangnya bermasalah hingga lima kali dalam beberapa tahun. 

Saat itulah Hannes mulai belajar dan menyukai pembuatan film. Sejak usia 16 dan selama sekolah menengah, dia menekuni produksi film pendek. Empat tahun kemudian, atas dorongan sang ayah, dia mencoba kembali ke lapangan bola.

Hannes bergabung ke Leiknir sebagai kiper cadangan. Dalam laga final tingkat  melawan Vikingur Olafsvik pada 5 September 2004, dia mendapat kesempatan. Kiper utama Valur Gunnarsson ditarik keluar arena dan Hannes masuk menjaga gawang selama 10 menit.

Laga itu menjadi momen menyesakkan bagi tim dan juga Hannes. Pada menit 88, dia gagal mencegah tendangan penyerang Vikingur membobol gawang. Menurut Valur, tim lawan tahu bahwa performa kaki Hannes sedang tidak bagus.

Hannes pun kembali ke dunia film. Dia membuat video musik untuk 5 a Richter dari grup besar Islandia, Nylon. Namun saat sedang berburu lokasi syuting, dia menjatuhkan salah satu peralatan, yang mencederai tangan kirinya. 



Dia nyaris menyerah dari sepakbola, tetapi sang ayah mendorong Hannes tetep bertahan. Video musik itu, yang kelak populer di Islandia, digarap Hannes pada hari berikutnya dalam kondisi tangan terbebat. 

Setelah itu, Hannes mencari lowongan kiper. Dia menemukan satu pelatih yang belum pernah mendengar kegagalan laga 2004, yaitu pelatih untuk klub Stjarnan. Dia bergabung pada 2006 dan tetap bekerja sebagai pembuat film. Menurut Bleacher Report, profesi pemain bola di Islandia belum bisa menjadi satu-satunya sumber pendapatan.

Dia pindah ke dua klub lain hingga pada 2011, tim nasional merekrutnya. Salah satu faktor yang membuat jalannya lebih lebar adalah karena Valur, rival dari klub Leiknir, pensiun dari sepak bola setelah sang ayah meninggal pada 2009. 

Selama aktif di klub, Hannes membawa laptop untuk mengerjakan proyek film-filmnya pada jeda waktu latihan. Dia membuat sejumlah iklan komersial dan video musik. Salah satunya video musik Never Forget untuk Greta Salome & Jonsi, yang dikirim ke kontes Eurovision 2012. 



Selain itu, dia juga tercatat telah menyutradarai dua tayangan untuk televisi, yaitu dokumenter seri Atvinnumennirnir Okkar (2009) dan serial mini Mannasiðir Gillz (2011). 

Sejak 2014, Hannes meninggalkan profesi sebagai pembuat film karena harus bergabung ke klub internasional. Pada awal 2014, dia masuk klub Sandness Ulf di Norwegia. Tahun berikutnya, dia pindah ke NEC di Belanda. Lalu dalam dua tahun terakhir ini, dia memperkuat klub Randers FC di Denmark. 

Kendati begitu, rumah produksinya di Islandia menjanjikan dia pekerjaan jika suatu saat Hannes kembali. 

Sebelum memperkuat timnas untuk Piala Dunia 2018 di Rusia, Hannes sempat kembali lagi sebagai sutradara. Dia mengerjakan proyek iklan komersial produk minuman bersoda untuk merayakan pertama kali Islandia masuk Piala Dunia.

Menurut catatan di balik layar, Hannes berkawan dengan Snorri Baron, yang juga adalah manajer agensi iklan Maurar yang menangani Coca Cola di Islandia. Begitu Islandia resmi masuk Grup D Piala Dunia 2018, Snorri mengajak Hannes membuat proyek iklan untuk menandai momen besar tersebut. 

Setelah memimpin syuting bersama puluhan pemain di berbagai tempat dengan beragam momen yang bisa mewakili Islandia, Hannes juga menyunting gambar-gambarnya pada jeda waktu latihan. Uniknya, iklan ini juga berusaha menangkap semangat tepuk tangan khas para pendukung tim sepakbola Islandia, yang biasa dikenal sebagai thunderclap.



 




(ASA)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

5 days Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA