Indonesia Jadi Tuan Rumah Lokakarya Tribeca Film Institute

Purba Wirastama    •    03 Mei 2018 19:14 WIB
Tribeca Film Institute
Indonesia Jadi Tuan Rumah Lokakarya Tribeca Film Institute
Jumpa pers lokakarya Tribeca Film Institute, IF/Then di kawasan Menteng Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018. (Foto: Medcom/Purba)

Jakarta: Program lokakarya dokumenter pendek dari Tribeca Film Institute, IF/Then digelar pertama kali untuk kawasan Asia Tenggara pada tahun ini. Lewat Badan Ekonomi Kreatif dan lembaga nirlaba In-Docs, Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah acara.

Tribeca Film Institute (TFI) adalah institusi film di AS yang didirikan Robert De Niro pada 2001. Salah satu program mereka adalah IF/Then untuk mendukung para pembuat film dokumenter pendek. Dukungannya pun menyeluruh dari hulu ke hilir, meliputi pendanaan, bimbingan, serta distribusi global. Menurut direktur program In-Docs Amelia Hapsari, dukungan lengkap semacam ini termasuk langka di tingkat global.

Asia Tenggara menjadi kawasan ketiga untuk IF/Then setelah AS dan Eropa Timur. Inisiatif ini datang lewat obrolan antara pihak In-Docs, Bekraf, dan TFI di sela pitching forum Docs By The Sea Bali pada Agustus 2017. Pihak TFI tertarik bergabung dengan Docs by the Sea. Mereka pun membuat IF/Then untuk Asia Tenggara yang akan diadakan satu rangkaian dalam Docs by the Sea 2018. Korporasi media Al Jazeera turut bergabung.

"Tentu ini upaya awal. Kami akan lanjutkan setiap tahun," kata Wakil Kepala BEKraf Ricky Persik dalam jumpa pers di kawasan Menteng Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018.

Sekitar 110 proposal proyek dokumenter pendek telah terkumpul selama tiga bulan sejak Desember 2017. Dari situ terpilih 17 proyek yang mendapat kesempatan untuk mengikuti bimbingan naskah dalam Story Development Lab di Jakarta pada 4-6 Mei 2018.

Belasan proyek ini berasal dari lima negara Asia Tenggara. Sembilan di antaranya dari Indonesia dan telah punya riwayat dokumenter sebelumnya, seperti Ucu Agustin (Ragat'e Anak), Ika Yuliana (Eagle Awards), Wahyu Utami Wati (The Unseen Words), dan Bani Nasution (Sepanjang Jalan Satu Arah).

Setelah diseleksi lagi menjadi 10 proyek, mereka mendapat kesempatan untuk mengembangkan karya dan melakukan presentasi di Docs by the Sea 2018. Forum ini dihadiri berbagai investor, distributor, platform tayang, atau kalangan lain yang bisa mendukung proyek berjalan lebih lanjut.

Empat proyek terpilih akan mendapat dukungan pendanaan Rp100 juta per proyek dari In-Docs, Tribeca, serta Al Jazeera. Mereka diberi waktu setahun untuk menyelesaikan dokumenter.

Film-film ini akan dipromosikan Tribeca kepada jaringan festival film internasional serta distributor dan platform tayangan di seluruh dunia. Al Jazeera akan memilih salah satu proyek untuk mereka produksi dan distribusikan di jaringan tv mereka.

"Semua hasil yang berhasil dimonetisasi Tribeca dari kontrak-kontrak akan langsung ke pembuat film. Jadi ini adalah kesempatan yang amat sangat berharga dan amat sangat langka. Program ini satu-satunya di dunia yang membantu dokumenter pendek dengan cara ini," ujar Amelia.

 
(ELG)

Produser The Rolling Stones Percaya Dangdut Mampu Mendunia

Produser The Rolling Stones Percaya Dangdut Mampu Mendunia

5 hours Ago

Seperti yang dikatakan Rhoma Irama lewat lagu Viva Dangdut, "Dunia pun berdangdut, dunia k…

BERITA LAINNYA