Kata Adipati Dolken dan Putri Marino Soal Posesif

Purba Wirastama    •    28 Juli 2017 18:20 WIB
adipati dolken
Kata Adipati Dolken dan Putri Marino Soal Posesif
Adipati Dolken dan Putri Marino (MTVN_Shindu Alpito)

Metrotvnews.com, Jakarta: Adipati Dolken dan Putri Marino beradu akting sebagai Yudhis dan Lala, pasangan remaja dalam film roman suspense Posesif garapan Edwin. Bagi mereka, kisah cinta posesif seperti yang terjadi dalam film ini wajar terjadi di kalangan anak SMA dan bahkan segala umur.

"Sebenarnya ini kisah percintaan anak SMA yang umumnya seperti itu. Kita ngasih lihat (sikap) natural anak SMA seperti apa. Ada konflik-konflik kecil menyenangkan bagi kita berdua yang menjadi, ibaratnya, percikan-percikan menarik," kata Adi dalam wawancara dengan Metrotvnews.com beberapa waktu lalu.

Tokoh Yudhis adalah murid baru di SMA tempat Lala bersekolah. Lala sendiri termasuk cewek populer di sekolah dan punya impian menjadi atlet loncat indah. Mereka bertemu dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun hubungan manis sederhana berubah menjadi rumit dan berbahaya karena keinginan berlebih untuk saling memiliki.

"Mereka ada di persimpangan antara kisah cinta mereka, impian, sahabat, keluarga," ujar Putri dalam kesempatan sama.

Film Posesif secara khusus menyorot persoalan cinta yang posesif dan beragam implikasi dengan mempertebal sisi pahit manis hubungan Yudhis dan Lala. Menurut Adi, sikap posesif Yudhis wajar terjadi. Jika manusia sudah memiliki sesuatu, pasti ingin memiliki sesuatu yang lebih. Rasa takut kehilangan dapat membuat seseorang ingin benar-benar menjaga sesuatu yang dimiliki.

"Posesif itu mempunyai dua unsur. Unsur cinta dan unsur takut. Kalau kita bisa membuat keduanya seimbang, posesif bisa menjadi hal menarik. Buat gue, itu bisa dilihat dari film ini," ungkap Adi.

Menurut Putri, film Posesif menyuguhkan gambaran sikap posesif yang lebih luas karena meliputi hal-hal yang terjadi di luar lingkup hubungan Lala dengan Yudhis.

"Kita ingin memotret kehidupan keluarga secara keseluruhan. Jadi, (wujud) posesif enggak cuma 'posesif' kayak gitu. Kita ingin menggambarkan posesif dalam lingkungan yang lebih besar, melebihi kata posesif itu sendiri," sahut Putri.

Posesif merupakan film panjang ketiga Edwin setelah Babi Buta yang Ingin Terbang (2008) dan Postcards from the Zoo (2012).  Meiske Taurisia kembali bertindak sebagai produser besama Muhammad Zaidy. Naskah dikerjakan oleh Gina S Noer (Perempuan Berkalung Sorban, Habibie & Ainun). Produksi dilakukan di bawah naungan Palari Films.

Sejauh ini Palari belum merilis teaser atau trailer, tetapi sudah memberi video perkenalan karakter serta vlog berseri Yudhis dan Lala. Film Posesif dijadwalkan tayang di bioskop pada Oktober 2017.




 


(ELG)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

1 day Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA