Film Wonder Woman Dilarang Tayang di Tunisia

Purba Wirastama    •    08 Juni 2017 13:26 WIB
film asing
Film Wonder Woman Dilarang Tayang di Tunisia
(Foto: Warner Bros)

Metrotvnews.com, Jakarta: Film Wonder Woman  besutan Patty Jenkins kembali mendapat penolakan karena persoalan politik, kali ini di Tunisia. Pengadilan negeri menangguhkan penayangan yang sedianya dimulai sejak Rabu 7 Juni di sedikitnya dua bioskop.

Seperti diberitakan Variety, Asosiasi Advokat Muda Tunisia mengajukan tuntutan hukum terhadap film Wonder Woman  karena menganggap Gal Gadot, aktris kelahiran Israel, sebagai pejuang Zionis. Deadline melaporkan bahwa partai People's Movement juga melakukan desakan serupa kepada Menteri Kebudayaan Tunisia. Pengadilan menindaklanjuti kasus ini dan melarang film ditayangkan untuk sementara.

Ketua asosiasi advokat muda Yassine Younsi, dikutip dari Pacific Standard, menyatakan bahwa mereka tidak dapat membiarkan anak-anak mereka menonton film Wonder Woman  karena sama saja membuat hubungan dengan Israel menjadi normal. Gal Gadot disebut telah membuat pernyataan dukungan terhadap tentara Zionis terkait konflik Gaza tahun 2014.

Distributor film Lassaad Goubantini menyesalkan pelarangan tersebut. Dia menyebut keputusan tersebut didasarkan pada tuduhan palsu.  

"Hari ini mereka melarang film karena seorang aktris. Besok mereka akan mencari alasan lain. Ini adalah ancaman terhadap kebebasan," kata Lassaad, dikutip dari Deadline.

Sebelumnya film Wonder Woman juga mengalami masalah di Lebanon dan Aljazair. Otoritas pemerintah Lebanon secara resmi mengeluarkan pelarangan dua jam sebelum film diputar perdana pada Rabu 31 Mei, atas desakan kelompok kampanye pemboikotan para pendukung Israel.

Lebanon saat ini memang sedang terlibat konflik dengan Israel. Mereka memiliki undang-undang yang mengatur pemboikotan seluruh produk Israel dan mencegah warganya untuk berhubungan dengan orang Israel atau berkunjung ke Israel.

Wonder Woman  menjadi film pertama Gal Gadot yang menerima pelarangan di Lebanon. Tiga seri Fast & Furious, Criminal  (2016), dan Batman v Superman: Dawn of Justice  (2016) melenggang mulus di layar bioskop, kendati Dawn of Justice  sempat ditolak oleh kelompok kampanye pemboikotan.

Untuk kasus Aljazair, film ini seharusnya masuk dalam program festival Nuits du Cinéma yang diselenggarakan oleh MD Cine beserta pusat seni dan kebudayaan setempat dalam rangka bulan Ramadhan. Namun tiba-tiba penyelenggara membatalkan penayangan perdana tertanggal 8 Juni. Pihak MD Cine mengaku penayangan film masih terkendala urusan administratif.


(DEV)