Cut Mini Perpanjang Harapan di Film Athirah

Media Indonesia    •    19 Agustus 2016 11:19 WIB
film indonesia
Cut Mini Perpanjang Harapan di Film Athirah
Cut Mini (Foto: MI/Arya Manggala)

Metrotvnews.com, Jakarta: Cut Mini Theo bakal menjadi tokoh sentral di film garapan Mira Lesmana dan Riri Riza berjudul Athirah. Dia berkisah sama sekali tidak tebersit akan berlakon dalam film garapan mereka.

"Mimpi saya pada mereka itu hanyalah sampai Laskar Pelangi, tapi Alhamdullilah saya dipercaya lagi oleh mereka untuk memerankan Athirah," kata Cut Mini dalam wawancara khusus bersama Media Indonesia, pekan lalu.

Mini kemudian bercerita film itu berkisah tentang kekuatan ibu kandung Wakil Presiden M Jusuf Kalla, Athirah, yang tetap tegar dan menyayangi anak-anaknya meskipun banyak tertimpa cobaan.

Film yang akan dirilis pada September itu didukung juga Jajang C Noer, Christoffer Nelwan, Indah Permatasari, dan Tika Bravani.

"Selain itu, juga ada banyak pemain asli dari Makassar, termasuk aktor teater yang saya kagumi, Arman Dewarti. Dia mempunyai kharisma yang juara. Saya banyak belajar bahasa juga dari dia," kata penyuka serial drama Korea itu.

Terkait dengan bahasa, Mini memang dikenal sebagai aktris dengan kemampuan melebihi rata-rata.

Dia pun kemudian bercerita terkait dengan proses dirinya belajar.

"Pada saat saya jadi Ibu Muslimah di Laskar Pelangi, saya memang minta didatangkan guru untuk belajar bahasa Melayu. Di Athirah, saya belajar langsung ke Makassar dan juga memanggil teman sepulang kantor untuk mengajari saya," kata dia.

Mini memanfaatkan teknologi dengan cara merekam suara saat 'guru-guru' melafalkan dialog.

Rekaman itu pun bisa diputar ulang dan dipelajari sampai dirinya merasa cukup.

Cukup yang dimaksudkannya bukanlah menghafalkan dialog, melainkan memberikan ekspresi yang tepat untuk dialog itu.

"Merekam ialah cara termudah untuk belajar. Sesungguhnya saya masih ingin belajar bahasa Makassar, Bone, atau yang lainnya jika waktunya sangat panjang," kata adik Cut Rizki Theo itu.

Di sisi lain, dia pun menuruti arahan Riri yang tidak ingin terlalu menggunakan bahasa Makassar.

"Karena ini kan film Indonesia. Jangan sampai orang Indonesia menonton harus pakai terjemahan dan artinya. Menurut Riri, yang penting logatnya harus benar. Saya juga belajar dari Riri yang asli Makassar," katanya dengan penuh semangat.

Kerja tim

Dia mengakui, agar penyelesaian waktu produksi tidak melar, ia harus belajar dengan cepat.

Dia merasa risih jika kerja tim kemudian terhambat oleh ketidaksiapan dirinya.

"Saya tidak ingin memperlambat dan mempersulit tim kerja yang lain dan mendingan saya usaha sendiri."

Mini juga tidak membiasakan diri untuk melihat monitor seusai pengambilan gambar, bertanya siapa rivalnya untuk mendapatkan peran tertentu, dan membenahi riasan.

"Buat apa? Saya yakin saya bekerja dengan orang yang profesional. Jika mereka sudah memilih saya, artinya ada kepercayaan. Kemudian jika akting saya dinilai bagus dan sudah cukup, ya artinya memang bagus. Saya juga harus profesional mengerjakan bagian saya," kata Mini.

Produksi Athirah yang dilakukan di Makassar pada pertengahan 2015 itu memberikan kesan tersendiri.

Selain berbelanja tenun sengkang, dia juga menyukai kuliner lokal.

"Saya yakin berat badan saya naik saat itu," tutupnya.


(ELG)