Riri Riza dan Garin Nugroho Tampil di Acara TV Malaysia

Antara    •    21 September 2016 18:02 WIB
garin nugroho
Riri Riza dan Garin Nugroho Tampil di Acara TV Malaysia
Riri Riza (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sutradara Indonesia, Riri Riza dan Garin Nugroho akan tampil di acara The SEA Director Focus yang ditayangkan di salah satu televisi Malaysia pada Oktober 2016. Mereka akan bersanding sutradara lain di Asia Tenggara.

Riri Riza dan Garin Nugroho akan tampil di acara yang dipandu pengamat film Malaysia, Hassan Muthalib. Program itu menghadirkan sembilan sutradara pemenang award dari Malaysia dan sembilan sutradara dari Asia Tenggara.

Para sutradara itu antara lain, Boo Junfeng (Singapura), Eric Khoo (Singapura), Garin Nugroho (Indonesia), Lav Diaz (Filipina), Pen-Ek Ratanaruang (Thailand), dan Riri Riza (Indonesia). Mereka akan menceritakan pengalaman masing-masing di dunia perfilman.

Baca: Pengorbanan Riri Riza demi Film Athirah


"Para sutradara ini akan ambil bagian pada 'SEA Directors Focus' seri ketiga dengan menghadirkan aneka pebakat dari Asia Tenggara yang akan mendapatkan pembelajaran berharga dari penonton," kata Wakil Presiden Distribusi dan Konten Grup Astro Teng Lee Yein.

Program ini juga akan menayangkan film-film terpilih dari para sutradara tersebut, di antaranya Sandcastle oleh Boo, 12 Storeys oleh Khoo, The Blindfold oleh Garin Nugroho, A Lullaby to the Sorrowful Mystery oleh Diaz, Monrak Transistor oleh Pen-Ek, dan Ada Apa Dengan Cinta 2 oleh Riri Riza.

"Banyak warga Malaysia semestinya harus nonton film ini. Ketika para sutradara muda mengajukan pendanaan dari Finas untuk pembuatan film, mereka membuat kisah nyata. Bukan terinspirasi oleh The Revenant atau Transformers" kata Dirjen Pengembangan Film Nasional Malaysia (Finas) Datuk Kamil Othman.

Bagi Riri Riza, film AADC 2 salah satu kebanggaan nasional di Indonesia. Film ini sempat menjadi salah satu film paling banyak ditonton di Indonesia tahun 2016 sebelum dilampaui Warkop DKI Reborn.

"Pada lima tahun yang lalu, kami kesulitan menemukan penonton dalam jumlah banyak untuk film-film yang besar. Pada waktu yang sama, jumlah produksi tidak bertambah,” kata Riri Riza.



 


(ELG)