Akatara 2018 Buka Kesempatan Pendanaan untuk Proyek Non Produksi Film

Cecylia Rura    •    05 Juni 2018 21:43 WIB
film indonesiabekraf
Akatara 2018 Buka Kesempatan Pendanaan untuk Proyek Non Produksi Film
(kiri-kanan) Edward Ismawan Chamdani, Joshua Simanjuntak, Triawan Munaf, dan Agung Sentausa. (Foto: Cecylia Rura)

Jakarta: Program pembiayaan proyek film Akatara kembali digelar. Gagasan dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf) bekerja sama dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) kali ini memasuki tahun kedua.

Bergerak sebagai program 'biro jodoh; untuk para filmmaker dan investor, tahun ini BEKraf menambah kuota terpilih menjadi 50 proposal. Bedanya, tahun ini BEKraf menawarkan pendanaan khusus tidak hanya untuk filmmaker melainkan para pelaku pemerhati industri film di luar tim produksi.

"Pendaftaran akan dibuka tanggal 20 Juni hingga 20 Juli 2018. Kalau tahun lalu ada 40 proyek proposal terpilih, tahun ini kami akan tingkatkan menjadi 50 proposal terpilih dengan catatan proposal produksi film dan proposal non-produksi film," ungkap Agung Sentausa selaku Ketua Bidang Fasilitasi Pembiayaan Film BPI di Grand Mercure Hotel, Harmoni, Jakarta, Selasa 5 Juni 2018.

Kriteria dan genre film dalam forum tidak dibatasi, baik film pendek maupun film panjang dengan genre fiksi, dokumenter, dan animasi. Genre ini pun tidak dibatasi sesuai dengan minat para investor dan konten yang dirasa memiliki peluang market besar.

Peluang untuk mendanai non-produksi film pun dibuka bagi para investor baik lokal maupun asing. Program ini sekaligus menjadi upaya pemerintah memajukan sumber daya manusia di peminatan perfilman.

"Selain memberi dukungan pada sektor produksi, Akatara 2018 juga mulai membuka peluang investasi bagi calon investor untuk melirik bidang-bidang perfilman sektor non-produksi untuk tumbuh kembangnya industri perfilman. Proposal invetasi tersebut antara lain pada studio audio/musik, studio paska produksi, sekolah atau kursus film, bioskop, program festival, kurasi film, dan sebagainya," ungkap Triawan di kesempatan yang sama.

Dengan ini, diharapkan tidak hanya para filmmaker yang terlibat melainkan muncul nama baru yakni film enterpreneur dari luar tim produksi film yang ikut memerhatikan pertumbuhan ekosistem perfilman Indonesia.

Dalam forum Akatara tidak dibatasi berapa jumlah proposal yang dikirimkan. Satu filmmaker atau film enterpreneur dapat mengirimkan lebih dari proposal yang nantinya akan diseleksi untuk masuk dalam 50 proposal terpilih.

BEKraf bersama BPI juga melakukan Road to Akatara 2018 di empat kota yakni Makassar (19 April 2018), Malang (2 Mei 2018), Jakarta (5 Juni 2018), dan Bandung (3 Juli 2018). Kegiatan ini bertujuan untuk memberi wawasan sekaligus mempersiapkan calon filmmaker dan film enterpreneur dalam Akatara 2018 yang digelar pada 18-20 September 2018 di Jakarta.

Tahun ini, Akatara juga akan memilih dua proyek film yang akan difasilitasi untuk dipresentasikan di Southeast Asian Financing Forum dalam Singapore International Film Festival pada November 2018.


 


(ELG)