Hannah Al Rashid Kaget Ditawari Main Film Aruna dan Lidahnya

Cecylia Rura    •    01 Juni 2018 09:10 WIB
Hannah Al RashidFilm Aruna dan Lidahnya
Hannah Al Rashid Kaget Ditawari Main Film Aruna dan Lidahnya
Hannah Al Rashid. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Aktris Hannah Al Rashid mengaku cukup kaget ketika ditawari peran dalam film Aruna dan Lidahnya. Menurutnya, beradu peran dengan tiga aktor utama lain, yaitu Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, dan Oka Antara membuatnya banyak belajar.

"Gue sempat nanya ke produser, 'kok lo panggil gue, sih? Enggak salah?' Karena gue merasa di antara aktor-aktor lain yang ikutan gue paling junior. Dan gue senang banget bisa belajar sama mereka. Jarang banget ada yang kasih cast film drama seperti ini. Memang jawaban dari produser karena gue cukup vokal untuk beberapa hal, seperti genre equality dan gue mengatakan itu di medsos gue," papar Hannah dalam media gathering di Ecology, Kemang, Jakarta, Kamis 31 Mei 3018.

"Kaget karena dari dulu gue pingin banget main film yang genrenya banyak dan selama ini sudah berhasil dengan itu. Komedi sudah, thriller, action, horror, drama sudah tapi yang sekompleks ini memang gue jarang ditawarin. Sempat deg-degan banget kayak, bisa enggak ya gue, tapi itu challenge-nya."

"Gue serius banget di film ini dan itu juga mungkin motivasinya ingin buktiin ke orang gue bisa kok main drama, gue bisa kok jadi perempuan simpel yang enggak berantem dan nusuk orang. Semoga orang melihat ini bisa menilai bahwa gue aktor yang sedinamik dan sevariatif itu kemampuannya. Jujur ini film yang paling bikin gue deg-degan untuk melihat hasil dan respons dari publik," imbuhnya.

Hannah memerankan tokoh Nad, kritikus kuliner yang menemani Aruna mencicipi ragam kuliner nusantara ketika Aruna ditugaskan menginvestigasi kasus flu unggas di beberapa daerah. Nad diceritakan sebagai tokoh petualang yang elegan.

"Ternyata karakter Nad ini juga cukup seperti itu, dia adalah orang yang sudah keliling dunia, sudah belajar tentang berbagai hal dari berbagai negara dan punya opini kuat. Itu yang dibutuhkan untuk karakter ini sebagai kritikus makanan. Harus orang yang well-educated untuk bisa menjelaskan bahwa gue suka dan enggak suka makanan ini karena ini dan ini. Mungkin unsur-unsur itu yang agak mirip dari peran ini dengan karakter asli gue," papar Hannah.

Memerankan tokoh kritikus kuliner, Hannah juga berkiblat pada mendiang Bondan Winarno, pemerhati kuliner nusantara.

"Lumayan sih dari perjalanan wisata kuliner, jalan beberapa kali sama beliau menyenangkan banget," kata Hannah.

Selain berkiblat pada sosok berpengaruh di dunia kuliner, Hannah melakukan pendekatan karakter lewat diskusi bersama sang penulis, Laksmi dan beberapa aktor terkait.

"Kami berempat sempat bertemu dengan Mbak Laksmi, penulis novelnya. Nanya sama dia, Nad ini seperti apa. Pendekatan paling dekat sih sama sutradara karena ini adaptasi lepas dari bukunya yang penting esensinya ada. Sebenarnya ada beberapa hal yang diubah agar Nad lebih relatable kepada orang awam," ujar Hannah.

Aruna dan Lidahnya merupakan karya novelis Laksmi Pamuntjak yang dirilis pada November 2014. Kisah ini diangkat dalam kanvas film dan menjadi proyek film kedua Palari Films setelah Posesif. Naskah adaptasi lepas ditulis Titien Wattimena dan disutradarai Edwin.

Film ini rencananya siap tayang di bioskop pada akhir September 2018.


 


(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

5 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA