Akatara, Program Pertama yang Fasilitasi Akses Permodalan Film di Indonesia

Cecylia Rura    •    15 November 2017 20:00 WIB
badan ekonomi kreatif
Akatara, Program Pertama yang Fasilitasi Akses Permodalan Film di Indonesia
Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo (Foto: Metrotvnews/Cecylia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Melalui program Akatara Indonesian Film Financing Forum yang digelar di Hotel Grand Mercure Harmoni, Rabu, 15 November 2017, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) mempertemukan para filmmaker dan investor lokal serta luar negeri untuk melakukan pitching sekaligus matchmaking. Ada 12 proyek film terpilih di mana 10 di antaranya dipilih oleh Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan (DREP) Bekraf Abdur Rohim Boy Berawi.

Acara yang dimulai pukul 10.45 WIB ini dibuka oleh Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo. Secara singkat Fadjar memaparkan latar belakang dibentuknya program Akatara.

"Acara ini merupakan yang pertama di Indonesia, tujuannya untuk memfasilitasi akses permodalan antara filmmaker dan potential investor atau funders," tuturnya.

Sebanyak 381 proyek film yang melakukan proses registrasi, tersaring 89 proyek yang mengirimkan sinopsis beserta teaser film. Kemudian dari angka tersebut terpilih 40 proyek film dengan rincian 28 proyek terpilih yang melalui jalur mandiri alias terbuka untuk publik, 10 proyek destinasi, dan 2 proyek sisanya merupakan kerjasama antara Bekraf dan Torino Film Lab.

Seperti diberitakan sebelumnya oleh Metrotvnews.com, kriteria pemilihan ini didasarkan pada ide cerita, sinopsis, proyek bisnis, budget produksi dan portofolio, seperti dikatakan oleh Fadjar. Meski hanya 12 proyek yang ditampilkan, 40 proyek secara keseluruhan dapat melakukan 101 meeting atau speed dating dengan para investor pada Kamis, 16 November 2017.

Dua minggu sebelum acara ini digelar, Bekraf menggelar event 'feature fun for film' untuk membantu membuat portofolio pendanaan film. Menurut Fadjar ini merupakan sesuatu yang menarik yang diyakini mampu meningkatkan gairah perfilman nasional.

Fadjar begitu antusias kegiatan yang rencananya akan diadakan tahunan ini dapat menelurkan bibit baru dan menjadi wadah untuk industri perfilman Indonesia lebih maju.

"Ibaratnya Bekraf dan BPI (Badan Perfilman Indonesia) menunggu kelahiran anak pertama, harap-harap cemas. Tentunya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan Anda semua. Mari kita dukung perfilman Indonesia," tukasnya sambil mengakhiri kata sambutan.



 


(ELG)