Film Benyamin Biang Kerok versi Hanung Bramantyo Dibuat Berseri

Purba Wirastama    •    26 Februari 2018 11:38 WIB
film indonesia
Film Benyamin Biang Kerok versi Hanung Bramantyo Dibuat Berseri
Hanung Bramantyo akan melanjutkan film Benyamin versi daur ulang ini ke dalam enam atau tujuh seri (Foto: Purba Wirastama)

Jakarta: Film Benyamin: Biang Kerok yang dibintangi Reza Rahadian tidak hanya terbagi atas dua bagian. Menurut sutradara Hanung Bramantyo, mereka akan melanjutkan film Benyamin versi daur ulang ini ke dalam enam atau tujuh seri dengan cerita yang tersambung.

"Dalam Biang Kerok Beruntung (film kedua), nanti (Pengki) ketemu Tarzan, nyambung ke film Tarzan kota. Setelah Tarzan Kota, belum tahu mau nyambung ke mana. Mungkin Koboi (Ngungsi)," kata Hanung usai gala premier Benyamin: Biang Kerok di Grand Indonesia Jakarta, akhir pekan lalu.

Pengki adalah nama tokoh dalam film Biang Kerok dan Biang Kerok Beruntung. Dalam versi asli (1972 & 1973), tokoh ini diperankan oleh Benyamin Sueb. Dalam versi daur ulang (2018), tokoh ini diperankan Reza Rahadian dalam gaya Benyamin Sueb.

Reza Rahadian Tegaskan Benyamin Biang Kerok Bukan Film Biopik

Tarsan Kota (1974) dan Koboi Ngungsi (1975) juga merupakan dua film klasik yang dibintangi oleh Benyamin Sueb, tetapi dalam karakter berbeda. Dalam Tarsan Kota, Benyamin menjadi manusia hutan dengan julukan Tarsan, sedangkan dalam Koboi Ngungsi, dia menjadi koboi bernama Billy Bal.

Kanvas Besar Hanung Bramantyo di Film Benyamin Biang Kerok

Dua karakter Benyamin dalam kedua film tersebut juga hendak diadaptasi Hanung bersama Falcon Pictures ke dalam film terbaru. Reza Rahadian menjadi pemeran tetap. Kendati tokoh berbeda tetapi pemainnya sama, kisah tiap film akan disambung dan dibuat berseri.

"Semua (Reza)," ujar Hanung.

"(Tiap film) beda karakter, cerita nyambung. Kami sambung," imbuhnya.

Pendekatan alur cerita ini barangkali terdengar belum lazim. Hanung mengakui bahwa dia tertantang untuk melakukan eksplorasi baru atas plot dan genre. Film Benyamin: Biang Kerok sendiri merupakan pertemuan beragam aliran, mulai dari komedi, laga spionase, kriminal, drama urban, hingga gaib berbau sci-fi.

"Saya tidak suka sesuatu yang standar sekarang. Saya pikir, sesuatu yang menantang saya adalah eksplorasi baru. Buat saya, Benyamin adalah eksplorasi baru. Pertama, eksplorasi plot. Kedua, banyak hal. Misalnya, saya bisa bermain-main dengan teknologi, saya bisa main-main dengan parodi. Misal seperti Johnny English, itu parodi James Bond dari Rowan Atkinson. Itu yang menjadi tantangan buatku," tutur Hanung.

Benyamin: Biang Kerok bercerita tentang Pengki (Reza), anak dari wanita (Meriam Bellina) paling kaya dan berpengaruh di Indonesia. Bersama Somad (Adjisdoaibu) dan Achie (Aci Resti), Pengki menguras seluruh uang dari kasino ilegal di Jakarta untuk menebus kampung Betawi pinggiran yang hendak digusur.

Masalah menjadi semakin runyam karena kasino yang mereka bobol adalah milik Said (Nurul Qomar), yang saat itu sedang berjudi dengan Hengki (Hamka Siregar). Mereka adalah mafia penguasa bisnis di Jakarta dan Indonesia. Sementara itu, Pengki jatuh cinta pada Aida (Delia Husein), perempuan simpanan Said yang dijual orangtuanya untuk menebus hutang.

Naskah ditulis Bagus Bramanti, Senoaji Julius, dan Hilman Mutasi. Produksi dilakukan dalam naungan Falcon Pictures dengan produser Frederica, HB Naveen, Dallas Sinaga, serta Ody Mulya Hidayat.

Benyamin: Biang Kerok dijadwalkan tayang di bioskop mulai Kamis 1 Maret 2018.




(DEV)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

2 weeks Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA