Fachri Albar, dari Alexandria hingga Pengabdi Setan

Purba Wirastama    •    14 Februari 2018 15:07 WIB
fachri albar
Fachri Albar, dari Alexandria hingga Pengabdi Setan
Fachri Albar (Foto: Antara/Teresia May)

Jakarta: Fachri Albar kembali berurusan dengan hukum terkait narkoba. Kali ini sang aktor ditangkap polisi di Serenia Hills Cirendeu, Jakarta Selatan pada Rabu pagi 14 Februari 2017 dengan barang bukti sabu, dumolid, dan ganja.

Pada November 2007, pria kelahiran 1981 ini pernah dicari-cari polisi terkait temuan kokain di kamar rumahnya di Cinere. Dia tersangkut kasus yang melibatkan Achmad Albar, ayahnya yang juga vokalis grup musik God Bless, serta Jenny Chandra, pengedar perantara sindikat ekstasi asal Malaysia. Fachri dibebaskan setelah terbukti tidak mengonsumsi narkoba.

Fachri Albar Ditangkap karena Narkoba

Penangkapan Fachri menambah daftar selebritas yang punya kasus serupa. Bulan lalu, ada Jennifer Dunn yang lagi-lagi positif terbukti mengongsumsi sabu. Pada Desember 2107, Tio Pakusadewa karena konsumsi sabu dan kini menjalani rehabilitasi.

Tio Pakusadewo dan 12 Selebriti yang Terjerat Kasus Narkoba Sepanjang 2017


Namun, siapakah Fachri dan bagaimana jejaknya di dunia seni hiburan? Bagi yang masih belum tahu, kami bantu.

Sebagai aktor, Fachri muncul di layar setidaknya sejak 2005. Saat itu dia beradu akting dengan Desy Ratnasari dalam serial Malin Kundang produksi MD Entertainment. Pada tahun itu, debut film panjangnya dirilis, yaitu Alexandria garapan Ody C Harahap dan Salman Aristo. Dia berbagi layar bersama Julie Estelle dan Marcel Chandrawinata.

Pada 2007, dua film Fachri dirilis, yaitu Jakarta Undercover (Erwin Arnada & Joko Anwar) dan Dead Time: Kala (Joko Anwar). Lewat peran ikonik di Kala, yaitu jurnalis penderita narkolepsi, Fachri diunggulkan sebagai aktor terbaik Piala Citra. Dia juga muncul sebagai aktor pendukung di sinetron Cinta Nia produksi MD.

Pada 2009, Fachri kembali berkolaborasi dengan Joko Anwar di film thriller Pintu Terlarang. Dia berperan sebagai Gambir, seniman patung sukses dengan kehidupan keluarga dan sosial yang tampak bahagia. Dia beradu akting dengan Marsha Timothy, yang waktu itu juga kekasihnya di luar panggung, sebelum mereka berpisah pada 2011.

Pada penghujung 2010, Fachri disibukkan dengan sinetron kejar tayang Mertua dan Menantu produksi SinemArt. Dia beradu akting dengan Nabila Syakieb dan Eva Anindita. Setelah itu, sinetron Fachri yang lain di antaranya Sandra Bukan Nabila, Tobat Sambel, dan Para Pencari Tuhan Jilid 7.

Di luar perfilman, Fachri juga aktif di grup musik rock bernama Jibriel bersama adiknya, Fauzi Albar. Mereka merilis singel perdana pada 2006, disusul debut album Memecah Kesunyian pada 2008. Terakhir mereka merilis singel dan video musik Terdepan pada 2014.



Sejak 2015, Fachri kembali aktif di layar lebar. Dia ikut muncul di film tentang pembuat film garapan Richard Oh, berjudul Melancholy is a Movement. Lalu ada horor thriller omnibus V/H/S/2 garapan tujuh sutradara. Fachri bermain di segmen Safe Haven garapan Gareth Evans dan Timo Tjahjanto.

Tahun berikutnya, dia muncul di empat film. Ada drama penyintas I Am Hope (Adilla Dimitri) bersama Tatjana Saphira, drama thriller Pesantren Impian (Ifa Isfansyah) bersama Prisia Nasution, drama romantis Terpana (Richard Oh) bersama Raline Shah, serta drama laga The Professionals (Affandi Abdul Rachman & Toha Essa).

Pada 2017, dua filmnya dirilis. Ada drama religi Malaysia-Indonesia Bukan Cinta Malaikat (Aziz M Osman & Herdanius Larobu) bersama Nora Danish dan Donita. Lalu terakhir, drama horor keluarga Pengabdi Setan (Joko Anwar). Fachri muncul di babak terakhir dan beradu akting dengan Asmara Abigail. Film ini menjadi kali ketiga Fachri berkolaborasi dengan Joko sebagai sutradara-aktor.


 


(ELG)