Video Musik Kendrick Lamar Dituding Curi Karya Seni

Purba Wirastama    •    12 Februari 2018 10:32 WIB
film black panther
Video Musik Kendrick Lamar Dituding Curi Karya Seni
Cuplikan video musik Kendrick Lamar All the Stars - Lukisan Constellations I karya Lina Iris Viktor

Los Angeles: Tim di balik film superhero Marvel Black Panther tersandung kasus hukum terkait pelanggaran hak cipta. Lina Iris Viktor, seniman visual Inggris-Liberia, menuding mereka telah memakai karyanya tanpa ijin untuk video musik soundtrack All the Stars dari Kendrick Lamar.

Dilansir dari The New York Times (NYT), pengacara Lina Iris, Christopher Robinson mengirim surat ke Anthony Tiffith, bos label Top Dawg Entertainment yang menaungi Kendrick pada Sabtu, 10 Februari 2018.

Robinson menyebut, hak cipta yang dilanggar adalah karya visual bahan emas 24-karat yang berjudul "Constellations". Lina Iris sudah dihubungi dua kali oleh pihak kreator untuk meminta ijin karya ditampilkan. Namun dia selalu menolak.      

Lewat surat itu, pihak Lina Iris mau berdiskusi untuk menyelesaikan klaim. Dia juga meminta agar pihak kreator minimal membuat permintaan maaf ke publik dan membayar biaya lisensi penggunaan karya.

"Mengapa mereka melakukan ini? Ini adalah isu etis karena tujuan film adalah penguatan kaum kulit hitam, keunggulan Arika. Itu konsep seluruh kisahnya. Pada saat sama, mereka mencuri dari seniman-seniman Afrika," kata Lina Iris.

Kendati tidak secara langsung menampilkan hasil lukisan Lina Iris, segmen berdurasi 19 detik di video dianggap memasukkan tampilan unik dan khas dari karya-karyanya. Video ini juga memuat sejumlah elemen spesifik dari seri karya lukisan Constellations, termasuk gaya motif hewan mitos dan pola geometris di atas latar medium berwarna hitam.

Dalam video musik di YouTube, segmen ini dimulai pada menit 2:59. Belum diketahui apakah karya yang sama dengan video musik juga akan muncul di film.

Pihak Lina Iris juga bercerita tentang ajakan kolaborasi yang dia tolak. Pada November 2016, pihak Marvel Studios meminta ijin penggunaan karya "Constellations I" untuk film, yang akan diberi nama berbeda. Dia sempat mau tetapi lantas menolak karena tak sepakat dengan syarat finansial dan artistik.

Pada Desember 2017, dia dan beberapa seniman diajak mengerjakan karya yang terinspirasi atas film Black Panther untuk promosi film. Lina Iris menolak permintaan Disney/Marvel bahwa karyanya akan digunakan secara eksklusif dan kontrol artistik berada di tangan pihak studio. Lagipula, Constellations dan karya lain juga akan ditampilkan dalam sejumlah pameran tunggal.

Menurut Lina Iris, yang terpenting baginya adalah prinsip, bukan kompensasi.

"Pencaplokan budaya adalah sesuatu yang terus-menerus terjadi pada para seniman Afrika-Amerika. Aku ingin mengambil sikap," tukas Lina.

Black Panther adalah film ke-18 Marvel Cinematic Universe garapan sutradara Ryan Cogler. Film akan dirilis di bioskop akhir pekan ini.




 


(DEV)