Film Bumi Manusia Sudah Temukan Satu Pemain

Purba Wirastama    •    26 Februari 2018 09:54 WIB
film bumi manusia
Film Bumi Manusia Sudah Temukan Satu Pemain
Salman Aristo (Foto: MI/Ramdani)

Jakarta: Proyek film adaptasi Bumi Manusia dari Falcon Pictures dipastikan terus berlanjut. Penulis naskah Salman Aristo menyebut mereka telah menemukan satu aktor pemeran, tetapi enggan merinci lebih jauh.

"Sudah ada (pemain), yang gue tahu banget satu. Begitu gue nanya: Siapa ya? Oh, itu sudah ada," kata Aris kepada Medcom.id di Grand Indonesia Jakarta, belum lama ini.

Aris tak menyebut tokoh mana yang akan diperankan. Namun aktor ini disebut sebagai 'pemain baru'. Bisa jadi ini aktor muda ini akan memerankan Minke atau Annelies.

"Belum bisa gue bilang (tokoh yang mana)," ujar Aris.

"(Aktornya) enggak lama-lama banget. Pemain baru, bisa dibilang. Nanti akan ada audisi terbuka," ucapnya saat ditanya lebih lanjut.

Selain soal pemain, naskah adaptasi novel karya Pramoedya Ananta Toer ini sedang masuk ke draf keempat. Pada tahap ini, Aris menyebut ceritanya mungkin akan punya pendekatan baru yang berdampak ke linimasa produksi.

"(Naskah) sedang menuju draf keempat, cuma sedang ada pemikiran besar yang bisa mengubah filmnya mau jadi seperti apa. Gue sedang berusaha untuk menarik Hanung (Bramantyo) istirahat syuting Sultan Agung sebentar, satu hari ke Jakarta buat rapat ini. Karena kalau enggak, waktunya akan kejar-kejaran," tutur Aris.

"Ada pendekatan baru yang mau kita bicarakan dan berdampak ke linimasa. Teknis banget. Jadi, linimasa harus dipertimbangkan lagi," imbuhnya.

Beban Salman Aristo dalam Menggarap Film Bumi Manusia

Novel Bumi Manusia adalah bagian pertama dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer, yang ditulis selama dia diasingkan di Pulau Buru pada kurun waktu 1970-an. Novel terbit pertama kali dalam bahasa Indonesia pada 1980, dan telah diterbitkan ulang dalam banyak bahasa, seperti Ukraina, Jerman, serta Thai.

Proyek film adaptasi dikerjakan Aris dan Hanung bersama Falcon Pictures. Penulisan naskah dimulai sejak awal 2017 dengan tim dari Wahana Penulis. Arief Ashshiddiq bertindak sebagai editor cerita dan Hasan Aspahani bergabung menjadi pengembang cerita.

Kerumitan Adaptasi Novel Bumi Manusia Menurut Salman Aristo

Pada Oktober 2017, Aris menyebut syuting kemungkinan dimulai pada pertengahan 2017, tetapi tampaknya jadwal ini akan mundur. Produser Frederica dari Falcon juga belum dapat memastikan kapan produksi akan berjalan.

"Masih penggodokan naskah. Kami juga belum menentukan jadwal pasti. Biasanya gini, kami tentukan jadwal syuting kalau sudah kuat banget dengan naskahnya, apalagi Bumi Manusia. Jadi memang bebannya cukup berat, secara perjalanan Bumi Manusia, dari tangan ke tangan belum pernah terealisasi, ibaratnya," kata Frederica kepada Medcom.id dalam kesempatan terpisah.

Sebelum ini, upaya mengangkat kisah Bumi Manusia ke layar lebar sudah ada setidaknya tahun 2004, mulai dari Garin Nugroho hingga Riri Riza. Falcon juga dikabarkan hendak mengadaptasi novel Pram lain, yaitu Perburuan dengan sutradara Richard Oh.

 


(DEV)