Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Menggambarkan Supremasi Perempuan

Cecylia Rura    •    28 Februari 2018 12:00 WIB
film indonesia
Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Menggambarkan Supremasi Perempuan
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Foto: Cinesurya)

Jakarta: Sutradara Lasja Susatyo mengaku dari sekian banyak film, Marlina the Murderer in Four Acts atau Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak dengan ide cerita dari Garin Nugroho adalah favoritnya. Menurut Lasja, sejauh ini belum ada ide kreatif yang menyuguhkan pemandangan segar di industri perfilman Indonesia.

"Marlina. Selain karena menang di Cannes (Festival Film), saya melihatnya dahsyat banget, menggambarkan supremasi perempuan," kata Lasja kepada Medcom.id di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Februari 2018.

"Artinya, supremasi perempuan di situ, kan sebenarnya jadi korban, tapi dia tidak menggambarkannya menjadi korban," lanjut Lasja.

Beberapa unsur dalam film, seperti sinematografi dan dialog antar pemain dikemas dengan bungkus baru dalam Marlina Si Pembunuh Empat Babak.

"Dan, bagaimana bentuk sinematografinya. Cara dia bertutur secara sinema itu keren banget. Itu membuat saya segar. Saya menonton itu rasanya (wah) tercerahkan. Maksudnya, secara tema sesuatu yang sangat dekat, yang selalu juga saya perjuangkan, yang saya senang, tapi dia bisa menceritakan dengan gaya yang berbeda," papar Lasja.

Film yang mengambil latar tempat di Sumba, Nusa Tenggara Timur ini menyelipkan berbagai komponen kedaerahan. Namun, di sini Lasja mengagumi bagaimana Mouly membuat film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak tak tampak seperti sebuah slapstick atau komedi fisik yang mencakup derita, celaka dan aniaya.

"Kadang-kadang yang seperti ini (khas daerah) orang suka mentertawakan atau slapstick. Ini enggak. Ini keren, tetap mengangkatnya sebagai masalah yang serius, tapi dengan gaya yang nyeleneh," ujar sutradara film Cinta dari Wamena (2013) ini.

Alur cerita terbilang sederhana dan lekat dengan keseharian, tetapi mampu menonjolkan pesan dalam sebuah inti cerita tanpa mereduksi unsur lain, seperti adat istiadat daerah yang diambil.

"Itu keren banget. Itu memang butuh bakat-bakat khusus, orang-orang dengan bakat khusus yang bisa berpikir sejauh itu," lanjutnya.

Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak merupakan karya sutradara Mouly Surya dengan ide cerita dari Garin Nugroho, yang diproduseri Rama Adi dan Fauzan Zidni. Aktor utama yang berperan di dalamnya antara lain Marsha Timothy, Dea Panendra, Yoga Pratama dan Egi Fedly.

Film ini dirilis pada 16 November 2017 dan telah didistribusikan ke berbagai negara di wilayah Asia Tenggara, Eropa, Amerika Serikat dan Kanada.

Sejumlah prestasi bergengsi diraih oleh Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, antara lain FIFFS Maroko edisi ke-11 kategori skenario terbaik serta Asian Nest Wave dari The QCinema Film Festival di Filipina.

Marsha Timothy sebagai aktor utama juga mendapat piala dalam Sitges International Fantastic Film Festival kategori Aktris Terbaik, mengalahkan Nicole Kidman.


 




(ASA)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

2 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA