Ulasan Film The Predator

Cecylia Rura    •    12 September 2018 16:19 WIB
review filmulasan film
Ulasan Film The Predator
The Predator: The Hunt Has Evolved. (Foto: YouTube/20th Century Fox)

Jakarta: Film waralaba Predator merilis sekuel terbaru The Predator: The Hunt Has Evolved. Film bergenre fiksi ilmiah ini menjadi installment keempat yang telah dimulai sejak 1987.

Berganti tokoh tituler, seri keempat Predator kali ini menunjukkan aksi dari aktor Boyd Holbrook. Boyd memegang peran Quinn McKenna, mantan pasukan US Army Ranger berprestasi dan dikenal sebagai penembak jitu. Setidaknya, dalam catatan rekam jejak McKenna menghabisi 13 nyawa.

Kisah ini bermula ketika sebuah pesawat milik predator mendarat di Bumi. Pasukan yang dipimpin McKenna melakukan penyelidikan terhadap kapal predator yang mendarat di area Meksiko, hingga terjadi pertempuran. Intrik dimulai ketika misi McKenna berlawanan dengan para ilmuwan yang ingin memanfaatkan DNA predator.

Menariknya, predator memberikan selipan humor di tengah aksi bengis yang sukses dengan adegan berkesan cringe seperti pada tiga film predator sebelumnya.

Casey Bracket (Olivia Munn), seorang doktor spesialisasi DNA terlibat dalam aksi pertempuran melawan tim ilmuwan dan predator. Dia bergabung dalam tim McKenna, tetapi tidak terlibat asmara. Di tengah aksi berdarah-darah, wajah menggemaskan Rory McKenna (Jacob Tremblay) turut menghadirkan perasaan iba.

Film yang digarap dengan budget USD88 juta atau setara Rp1,3 triliun ini juga sukses menampilkan kualitas Computer-Generated Imagery (CGI) dengan baik.

The Predator: The Hunt Has Evolved
Sutradara: Shane Black
Penulis naskah: Shane Black, Fred Dekker
Produser:  John Davis (Davis Entertainment; Distribusi: 20th Century Fox)
Durasi: 107 menit
Rilis Amerika: Jumat, 14 September 2018
Klasifikasi LSF: 17+




 


(ELG)