Film Terbaru Mouly Surya Diangkat dari Novel Klasik Mochtar Lubis

Purba Wirastama    •    13 September 2018 19:02 WIB
mouly suryaFilm Jalan Tak Ada Ujung
Film Terbaru Mouly Surya Diangkat dari Novel Klasik Mochtar Lubis
Mouly Surya (Foto: Medcom/Purba)

Jakarta: Setelah Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, sutradara Mouly Surya dan Cinesurya menyiapkan proyek film panjang keempat bersama Go-Studio dan Yayasan Obor. Film ini diadaptasi dari novel klasik berjudul Jalan Tak Ada Ujung karya mendiang jurnalis Mochtar Lubis.

Kisah novelnya berlatar Jakarta dalam kurun waktu September 1946 hingga Juli 1947, saat Indonesia sedang berperang pasca proklamasi. Isa, seorang guru yang diteror ketakutan impotensi, bergabung dengan kelompok pejuang gerilya. Isa tidak bisa menolak ketika dia diminta untuk mengantar surat dan senjata.

Jalan Tak Ada Ujung diterbitkan pertama kali oleh Balai Pustaka pada 1952 dan menjadi novel kedua Mochtar, menyusul Tidak Ada Esok (1950). Novel ini, yang menerima penghargaan dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional, telah diterjemahkan setidaknya ke dua bahasa, Inggris dan Tiongkok. Pustaka Obor menerbitkan ulang pada 1992.

"Ini pertama kali saya akan mengadaptasi buku ke film. Jujur, sebenarnya cita-cita saya dulu adalah menjadi penulis buku, bukan pembuat film. Saya memang sangat senang membaca dan menulis," kata Mouly dalam konferensi pers di Indonesia International Book Fair 2018 Jakarta, Kamis, 13 September.

Ketika Bu Kartini dari Yayasan Obor mengamini, saya sangat senang karena ini kesempatan luar biasa untuk bisa melakukan interpretasi ulang karya sastra yang menurut saya sangat luar biasa. Ketika saya baca bab pertama, saya langsung jatuh cinta dengan gaya prosa Mochtar Lubis, cara bercerita yang sangat sinematik," lanjutnya.

Menurut Kartini Nurdin dari Pustaka Obor, pihaknya tidak pikir panjang ketika Cinesurya datang dan mengajukan permintaan adaptasi.

"Ketika Mbak Mouly yang masih sangat muda, dan Mas Rama datang untuk buku ini, saya langsung 'Ya silakan ambil.' Kami senang sekali," ungkap Kartini.

Film ini akan menjadi proyek koproduksi pertama Cinesurya dengan Go-Studio. Mouly mengerjakan naskahnya bersama Rama Adi. Rama juga bertindak sebagai produser bersama Fauzan Zidni dalam bendera Cinesurya.

Proyek ini masih dalam tahap pengembangan naskah hingga akhir 2018. Produksi diharapkan berlangsung pada 2019 dan filmnya akan dirilis pada 2020. Sembari berjalan, Cinesurya dan Go-Studio juga mencari mitra distribusi internasional. Untuk Indonesia, film akan dirilis di bioskop dan platform streaming.

"Tahun ini kami akan fokus dalam penulisan skenario sambil melakukan pencarian pemain," ujar Rama.


 
(ELG)