Film Turah Akan Dikirim ke Oscar 2018

Purba Wirastama    •    19 September 2017 18:16 WIB
piala oscarfilm indonesia
Film Turah Akan Dikirim ke Oscar 2018
Ubaidilah dan Slamet Ambari di film Turah (dok FourColours)

Metrotvnews.com, Jakarta: Film Turah garapan Wicaksono Wisnu Legowo akan dikirim ke perhelatan Oscar ke-90 untuk mewakili Indonesia di kategori Best Foreign. Turah dipilih dari sekitar 130 film lain oleh komite khusus bentukan Persatuan Perusahaan Film Indonesia.

"Komite seleksi menetapkan bahwa film produksi Empat Warna Media (fourcolours) berjudul Turah, terpilih sebagai film pilihan komite seleksi Indonesia untuk penghargaan Oscar 2018 kategori film bahasa asing. Demikian keputusan ini tetap dan tidak dapat diganggu gugat," kata ketua komite Christine Hakim dalam jumpa pers di Plaza Indonesia Jakarta, Selasa, 19 September 2017.

Kekuatan film berbahasa Jawa dialek Tegal ini, menurut komite, terletak pada kejujuran dan kesederhanaan dari segi tematik dan pengerjaan. Konten ceritanya, yang bicara soal kejujuran di antara kepalsuan hidup, juga dinilai sangat kuat.

"Jujur sekali pembuat filmnya, tidak ada pretensi untuk membuat film yang genit atau kultural edukatif, atau mau menjual kemiskinan," ungkap Christine.

"Secara tematik, sekarang sedang terjadi krisis kemanusiaan di seluruh dunia. Kehidupan yang tergambar di film Turah adalah cerminan kehidupan di sekeliling kita, hanya kita abai. Enggak cuma Indonesia, negara-negara maju yang krisis ekonomi juga mengalami. Kalau ke Eropa, kita bisa lihat makin banyak maling, daerah kumuh."

"Ada krisis moral yang kuat sekali tergambar di film ini. Pesan sampai secara kuat, sederhana, dan jujur. Pemainnya jujur karena tak ada bintang terkenal. Mereka pemain teater dan performa mereka kuat sekali."

Christine menegaskan bahwa seleksi film ini tidak berdasarkan penilaian baik buruk seperti penjurian festival. Komite berdiskusi soal film mana yang dapat menarik perhatian dan sesuai dengan karakteristik Oscar sebagai festival film.

Pemenuhan standar teknis tetap menjadi ukuran pertama dalam pemilahan. Film Turah disebut tidak bermasalah secara teknis. Kendati begitu, Christine mengakui bahwa Hollywood memang unggul dalam hal teknis.

"Kita tidak perlu berkompetisi sengit, yang penting konten film ini bisa sampai ke penonton di belahan dunia lain," ujar Christine.

"Masuk di 10 besar saja sudah bersyukur," imbuh Reza.

Turah menjadi film ke-19 dari Indonesia yang dikirim ke Oscar untuk kategori film berbahasa asing. Film pertama adalah Nagabonar (1987) garapan MT Risyaf yang dikirim ke Piala Oscar ke-60.

Komite seleksi terdiri dari 13 orang. Selain Christine, ada Alim Sudio, Benni Setiawan, Fauzan Zidny, Firman Bintang, Jenny Rachman, Marcella Zalianty, Mathias Muchus, Reza Rahadian, Roy Lolang, Tya Subiyakto, Wina Armada, dan Zairin Zain.


 


(ELG)