Penggalan Film Karya Takdir Huyung Disajikan di Arkipel 2017

Purba Wirastama    •    16 Agustus 2017 20:45 WIB
arkipel
Penggalan Film Karya Takdir Huyung Disajikan di Arkipel 2017
Arkipel 2017 (Foto: dok. Arkipel)

Metrotvnews.com, Jakarta: Takdir Huyung punya sumbangan karya penting dalam perkembangan sinema Indonesia, tetapi namanya nyaris tak terdengar. Arkipel, atau Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival, akan menyajikan sejumlah karyanya dalam program Kultursinema di Jakarta selama sepekan mulai 18 Agustus 2017.

Menurut Hafiz Rancajale, anggota Dewan Artistik Arkipel 2017, Huyung merupakan tokoh penting di era sinema 1940-an setelah Indonesia merdeka. Aslinya dia dokter bernama Hai-yung, warga Korea yang bekerja sebagai tentara untuk Jepang.

Ketika Nusantara dikuasai oleh kolonial Jepang, Huyung ditugaskan sebagai juru kamera. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, dia memutuskan untuk berpihak ke Indonesia dan pindah warga negara.

"Salah satu orang yang mengembangkan PFN (Perusahaan Film Negara), tahun 1950-an, menjadi sangat terkenal, itu dia (Huyung). PFN itu perusahaan film besar di Asia Tenggara," kata Hafiz saat ditemui di kawasan Cikini Jakarta, Rabu 16 Agustus 2017.

"(PFN) tutup baru beberapa tahun lalu, tapi sejak orde baru runtuh, PFN ya runtuh," imbuhnya.


dr. Huyung (Foto: via arkipel.org)

Huyung disebut telah membuat sejumlah film cerita dan dokumenter. Karya-karya dia terutama bicara soal nasionalisme, isu yang memang saat itu menjadi perhatian PFN sejak era Usmar Ismail. Kendati tidak lengkap, sejumlah berkas film berhasil dikumpulkan dari lembaga arsip di Jepang dan Indonesia.

"Memang filmnya enggak utuh lagi. Memang sayang, pengarsipan kita jelek. Tapi ada potong-potongan yang hampir utuh. Nanti bisa dilihat," ujar Hafiz.

Sejumlah fragmen karya Huyung akan ditampilkan dalam program Kultursinema Arkipel di Gudang Sarinah Ekosistem Jakarta pada 18-25 Agustus 2017. Beberapa karya dari pembuat film lain juga akan diputar, misalnya dari Joris Ivens.

"Pameran Kultursinema itu bukan fokus ke Dokter Huyung, tetapi relasi jaman itu, tahun 1940-an. Ada beberapa tokoh yang membuat film, yang orangnya (mengalami) displacement, kehilangan konteks dengan sejarah dia sendiri, seperti Dokter Huyung, Joris," tukas Hafiz.

Arkipel merupakan festival film internasional yang digagas oleh Forum Lenteng untuk membaca fenomena global dalam konteks  sosial, politik, ekonomi, dan budaya melalui sinema. Gelaran tahunan ini telah diadakan sejak 2013. Semua program terbuka gratis tanpa dipungut biaya.


 


(ELG)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

1 week Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA