Kendala Utama Proses Restorasi Film Bintang Ketjil

Cecylia Rura    •    18 Desember 2018 20:17 WIB
film indonesiaRestorasi Film
Kendala Utama Proses Restorasi Film Bintang Ketjil
Jumpa media film Bintang Ketjil di CGV FX Sudirman, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Pusbangfilm) kembali merestorasi film lawas. Kali ini film lawas anak berjudul Bintang Ketjil arahan sutradara Wim Umboh dan Misbach Jusa Biran.

Film ini terpilih untuk direstorasi karena memuat potret kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa itu. Khususnya warga ibukota Jakarta.  Arsip film asli berupa kopi positif tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Sinematek Indonesia.

Proses restorasi ini pun menghadapi kendala termasuk soal teknis dan kopi negatif film yakni media film yang paling ideal untuk direstorasi.

"Kendala utama yang kami hadapi selama proses restorasi film Bintang Ketjil ini adalah masalah teknis, mengingat kondisi film yang sudah rusak dimakan usia, dan tidak ditemukannya kopi negatif film ini. Hal tersebut menyebabkan proses perbaikan fisik film membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang kami perkirakan," tutur M. Sanggupri, Kepala Bidang Apresiasi dan Tenaga Perfilman Film Pusbangfilm di Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018.

Dengan begitu, film yang telah direstorasi Pusbangfilm yaitu Darah dan Do'a, Pagar Kawat Berduri, dan Bintang Ketjil.

Pihak Pusbangfilm juga menggelar nonton bersama Bintang Ketjil di empat studio film CGV FX Sudirman Jakarta pada Selasa, 18 Desember 2018. Rencananya film ini ikut disosialisasikan di beberapa daerah dalam Pekan Film Klasik di bulan Maret memperingati Hari Film Nasional setiap 30 Maret.

Empat judul film yang telah direstorasi juga tayang pada Maret nanti.

 


(ELG)