Usung Tema Disruption, JAFF 2018 Tayangkan 137 Film Asia Pasifik

Purba Wirastama    •    13 November 2018 21:07 WIB
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF)
Usung Tema Disruption, JAFF 2018 Tayangkan 137 Film Asia Pasifik
Cuplikan The Man from the Sea (youtube-nikkatsu)

Jakarta: Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) akan digelar kembali di Yogyakarta selama sepekan mulai akhir November 2018. Dalam edisi ke-13 ini, festival mengusung tema "Disruption" dan akan menayangkan 137 film dari berbagai negara Asia.

Disruption, yang secara harfiah berarti gangguan, dimaknai komite JAFF sebagai sejumlah perubahan besar yang melanda Asia dalam satu dekade terakhir. Perubahan ini membawa pengaruh besar dalam bidang lain, khususnya perkembangan perfilman Asia terkini. Misalnya temuan kamera digital ukuran kantong yang memudahkan penggunanya merekam video.

"Baik karena tragedi kemanusiaan, bencana, tahun politik, dan bahkan perubahan teknologi," kata Direktur Festival Ifa Isfansyah dalam jumpa pers di XXI Plaza Indonesia Jakarta, Selasa, 13 November 2018.

"Ini disrupsi yang membentuk sinema Asia baru, baik cara produksi, distribusi, maupun cara bertutur. Disrupsi ini benar-benar berpengaruh. Kami mengambil sebagai tema tahun ini dan kami coba baca atas film-film yang akan kami putar," lanjutnya.

Menurut Direktur Program Ismail Basbeth, mereka telah menyiapkan 137 film untuk diputar dalam sejumlah program, baik cerita maupun dokumenter. Sebanyak 69 karya adalah film panjang dan sisanya film pendek. Film-film berasal dari 27 negara kawasan Asia dan Pasifik, antara lain Jepang, Tiongkok, Australia, Bangladesh, Bhutan, Bosnia, Timor Timur, India, Kirgiztan, dan Indonesia.

A Man From the Sea, film garapan Koji Fukada dengan latar tsunami Aceh, akan menjadi film pembuka pada 27 November 2018. Film cerita koproduksi Jepang-Indonesia ini berkisah tentang seorang lelaki misterius (Dean Fujioka) yang muncul dari laut dan membuat heboh warga setempat. Adipati Dolken dan Sekarsari menjadi pemeran pendukung.

Her. Him. The Other (Thundenek), film antologi garapan tiga sutradara ternama dari Srilanka, akan menjadi film penutup pada 4 Desember 2018. Digarap Asoka Handagama, Vimukthi Jayasundara, dan Prasanna Vithanage, film ini punya tiga kisah tentang situasi masyarakat dalam beradaptasi dengan situasi baru pasca perang sipil.

Basbeth menyebut dua film cerita panjang ini mewakili tema Disruption secara langsung.

"The Man from the Sea menunjukkan bagaimana kedatangan satu orang yang begitu asing dari laut mengganggu seluruh masyarakat. Satu perubahan besar dimulai dari satu orang. Kalau Him Her The Other, kita bisa menangkap (cerita) pasca perubahan. Ada perubahan besar-besaran, seperti apa adaptasi barunya," tutur Basbeth.

Selain dua film di atas, beberapa film lain misalnya Ave Maryam, 27 Steps of May, Keluarga Cemara, Kucumbu Tubuh Indahku, Shoplifters, One Cut of the Dead, Passage of Life, A Land Imagined, dan Nyanyian Akar Rumput. Jadwal selengkapnya dapat disimak di situs web resmi jaff-filmfest.org.


 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA