Film Dilan 1990 Muat Sulih Teks Bagi Penonton Tunarungu

Purba Wirastama    •    20 Maret 2018 13:45 WIB
film dilan
Film Dilan 1990 Muat Sulih Teks Bagi Penonton Tunarungu
Dilan 1990 (max pictures)

Jakarta: Popularitas film Dilan 1990 di bioskop tak ingin dilewatkan oleh para penonton tunarungu. Aktivis tunarungu Surya Putra Sahetapy bersama KitaBisa.com menginisiasi permintaan ke Falcon Pictures untuk memuat sulih teks atau subtitle ke Dilan 1990 yang masih diputar di bioskop.

"Kami iri dengan teman-teman yang sudah nonton duluan," kata Surya dalam bahasa isyarat di video Instagram 3 Maret 2018.

Saat itu Dilan 1990 telah diputar selama lima pekan dan mencapai angka penonton enam juta orang. Permintaan ini akhirnya dipenuhi. Iqbaal Ramadhan, aktor utamanya, merespons ratusan komentar di media sosial yang menyebutkan namanya terkait permintaan tersebut.

"Tolong dibuatkan subtitle. Saya pulang, kita nonton bareng sama teman-teman tuli ya," kata Iqbaal di kolom komentar video Instagram @suryasahetapy, sembari menyebut @falconpictures_ dan sutradara @fajarbustomi.

Dilan 1990 versi sulih teks diputar di bioskop XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta, kemarin malam, Senin, 19 Maret 2018. Sekitar 300 penonton tunarungu dari komunitas Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia) Jabodetabek dan Pusbisindo (Pusat Bahasa Isyarat Indonesia) datang. Para pemain, selain Iqbaal dan Vanesha Prescilla, ikut bergabung.

"Respons Falcon Pictures begitu cepat. Tak butuh waktu lama, pihak Falcon yang sudah menyediakan sulih teks bahasa Indonesia untuk film Dilan langsung mengundang tak kurang dari 300 orang teman tuli se-Jabodetabek untuk nonton bareng film Dilan," kata Head of Marketing & Partnership Kitabisa Iqbal Rahadian lewat pesan teks kepada Medcom.id.

Menurut Surya, biasanya penyandang tunarungu enggan menonton film-film Indonesia karena kebanyakan tak memuat teks dialog. Mereka lebih suka menonton film asing, yang sudah pasti memuat sulih teks dalam bahasa Indonesia. Dalam video lain di YouTube, Surya bercerita bagaimana penyandang tunarungu menikmati konser musik atau pertunjukan film.

"Kalau sudah beli tiket dan ternyata enggak ada teksnya, biasanya kami pulang dulu. Ada yang bosan, tapi ada beberapa teman tuli yang mementingkan visual, jadi mereka nonton. Tapi kalau lebih banyak percakapan, biasanya pulang," kata Surya dalam bahasa isyarat di video YouTube yang disertai sulih teks.

"Kalau ada teksnya, kami beli tiketnya. Kalau enggak, kami enggak beli," imbuhnya.

Surya berharap tak hanya film Dilan 1990 yang memuat sulih teks, tetapi juga film-film lain. Menurut dia, teman-teman tuli harus punya kesempatan sama untuk menikmati hiburan seperti orang normal pada umumnya.
 



 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA