Garap Film Baru, Andibachtiar Yusuf Tetap Sisipkan Unsur Sepakbola dan Laut

Purba Wirastama    •    29 Agustus 2017 20:13 WIB
Garap Film Baru, Andibachtiar Yusuf Tetap Sisipkan Unsur Sepakbola dan Laut
Tim dan pemeran film Love for Sale (Foto: metrotvnews/purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sutradara Andibachtiar Yusuf dikenal lewat sejumlah film yang selalu memiliki unsur sepakbola. Love for Sale, proyek film terbaru dia bersama Visinema, juga punya elemen tersebut kendati minor.

"(Penyisipan itu) bukan keharusan, tapi gue ingin ada tanda tangan. Kayak Wong Kar-wai selalu ada orang ngerokok, (Martin) Scorsese selalu ada kekerasan," kata Ucup, panggilan akrabnya, saat jumpa pers di Gordi HQ, Jakarta Selatan, Selasa 29 Agustus 2017.

"Jadi sebenarnya (berfungsi sebagai) signature saja. Minor kok," imbuhnya.

Sejumlah film garapan Ucup sebelumnya, baik fiksi maupun dokumenter, memang menyajikan kisah seputar sepakbola.

Sebut misal The Conductors (2008) soal pemimpin 'paduan suara' Aremania, tim pendukung grup sepakbola Arema Malang. Atau film Romeo Juliet (2009) tentang kisah cinta lelaki perempuan dari dua rival kelompok pendukung garis keras, yaitu Jakmania Jakarta dan Viking Bandung.

Namun Ucup juga menegaskan, penanda khas film dia bukan hanya sepakbola, tetapi juga laut.

"Sebenarnya di film gue selalu ada laut. Romeo Juliet (punya adegan) mancing di laut. Film kedua (Hari Ini Pasti Menang, tokoh) tinggal di apartemen pinggir laut. Film ketiga (Garuda 19, tokoh) tinggal di laut," ujar Ucup.

Untuk Love for Sale, film kelima dia, Ucup menaruh elemen sepakbola sebagai tontonan kegemaran tokoh utama. Laut juga hendak disisipkan lagi ke cerita. Namun Ucup mengaku masih mencari lokasi yang tepat.

"Pokoknya kalau enggak laut ya gunung. Kemarin Ipang (Irfan Ramly) sempat bilang, misalkan film ini punya dana besar, libas (ke luar negeri) saja untuk ending. Tapi karena kita bukan Hollywood, di sini sajalah. Kalau kata (Menteri) Budpar, Indonesia juga indah kok," ungkap Ucup.

Love for Sale bercerita tentang Richard (Gading Marten), lelaki lajang usia 40-an yang takut dengan perempuan dan punya rutinitas monoton. Namun di lingkungan kantor dan penggemar sepak bola, dia mencitrakan diri sebagai lelaki bijak yang paham urusan cinta.

Suatu malam setelah menonton pertandingan bola, Richard ditantang untuk membawa pasangan ke pesta pernikahan salah seorang teman. Sadar kehormatan dipertaruhkan, dia menempuh segala cara untuk mendapat pasangan, termasuk lewat aplikasi daring penyedia jasa teman kencan. Namun kesalahan teknis membuat dia terjebak lebih lama dengan Arini (Della Dartyan).

Produksi dilakukan oleh Visinema bersama Stayco Media. Naskah ditulis Ucup bersama Irfan. Angga Dwimas Sasongko dan Chicco Jerikho bertindak sebagai produser. Anggia Kharisma menjadi produser eksekutif untuk Visinema dan Agustinus Sitorus untuk Stayco.

Syuting dimulai pada Rabu 30 Agustus 2017 dan akan berlangsung selama 19 hari. Film dijadwalkan rilis pada Maret 2018.
(ELG)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

1 week Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA