Penulis Asli Tak Ingin Film Keluarga Tak Kasat Mata Jadi Korban Imajinasi

Purba Wirastama    •    09 November 2017 06:00 WIB
film indonesia
Penulis Asli Tak Ingin Film Keluarga Tak Kasat Mata Jadi Korban Imajinasi
Bonaventura Danendra Genta (Foto: Metrotvnews/Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keluarga Tak Kasat Mata, cerita horor bersambung yang populer di forum Kaskus sejak awal 2016, diadaptasi ke film cerita oleh rumah produksi Max Pictures. Penulis asli, Bonaventura Danendra Genta, mengaku ikut terlibat langsung di proyek film karena ingin mengontrol bagaimana sosok hantu diceritakan.

Tawaran adaptasi datang dari banyak pihak sejak tahun lalu. Waktu itu dia juga telah mulai mengembangkan naskah untuk film. Konsep dari Max dirasa Genta tak jauh beda dan dia juga dapat bergabung dari awal hingga akhir.

"Aku sudah mengembangkan skenario dari tahun lalu, tapi (proyek film belum jalan) karena aku merasa belum cocok. Aku enggak mau cerita ini jadi korban imajinasi orang lain," kata Genta dalam jumpa pers di kantor Falcon Pictures, Jakarta Selatan, Rabu (8/11/2017).

Genta tetap terlibat sebagai penulis bersama Lele Laila dan Evelyn Afnila. Hedy Suryawan (Rock N Love) menjadi sutradara dan Ody Mulya Hidayat (Bulan Terbelah di Langit Amerika, Kampung Zombie) menjadi produser.

Dengan privilese ini, Genta punya andil untuk menentukan tokoh 'hantu' mana saja yang  ditampilkan di film, mengingat ada banyak sosok hantu dalam cerbung versi Kaskus.

"Aku percaya bahwa sosok 'penampakan' itu enggak harus digambarkan dengan visual penampakan. Aku punya banyak media untuk menyampaikan bahwa mereka ada. Tidak semua harus ditampakkan," ujar Genta.

"Aku selalu menghargai apa yang tidak boleh disampaikan. Yang mau disampaikan, akan aku sampaikan (...). Dalam KTKM ada satu sosok (tak kasat mata) lagi, tapi dia enggak mau diceritakan secara visual," imbuh dia.

Dari sekian tokoh hantu, Genta punya permintaan khusus untuk tokoh hantu nenek dengan mukena. Dalam cerita versi Kaskus, si 'nenek' muncul di kantor tempat tokoh Genta dan kawan-kawan bekerja.

"Bagian hantu nenek mukena, jangan pernah rusak mukanya, jangan ditancap apapun, biar tergambar seperti apa yang pernah aku lihat. Udah gitu aja, enggak usah dikasih darah. Aku enggak mau 'hantu-hantuku' dirusak. Biarkan mereka senatural mungkin," ucap Genta.

Dia juga menekankan bahwa keseraman tidak harus dihantarkan dengan darah dan muka hancur. Menurut Genta, keseraman dalam KTKM versi film dibangun lewat cara tokoh hantu menampakkan diri. Caranya pun berbeda tergantung tokoh manusia yang disasar.

"Ini bagaimana cara kita menyajikan teror. Aku ingin melakukan sesuatu di sini, tapi aku juga enggak merasa yakin ini bisa diterima langsung oleh masyarakat. Karena aku kepikiran begitu aja. Ini harus dimasukkan (ke film) sebagai sebuah inovasi baru," ucap Genta.

KTKM dibintangi oleh Deva Mahenra, Aura Kasih, Wizzy, Kemal Palevi, Ganindra Bimo, Miller Khan, Gary Iskak dan Tio Pakusadewo. Film tayang di bioskop mulai 23 November 2017.

 


(ELG)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

3 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA