Pembuat Petisi Pencabutan Star Wars: The Last Jedi Mengaku Menyesal

Purba Wirastama    •    20 Desember 2017 16:56 WIB
star wars
Pembuat Petisi Pencabutan Star Wars: The Last Jedi Mengaku Menyesal
The Last Jedi dianggap telah merusak kisah Jedi dan Luke Skywalker yang diikuti penggemar selama 30 tahun.(Foto: Comicbooc)

Los Angeles: Henry Walsh, pria Georgia yang mengawali petisi pencabutan film Star Wars: The Last Jedi  memberi klarifikasi. Henry menyesal tuntutan tersebut mendapat banyak perhatian dan  telah dimaknai berbeda dengan maksud awalnya.

Petisi dimulai Henry pada Jumat, 15 Desember 2017. Isinya meminta Walt Disney untuk mencabut episode VIII The Last Jedi  (TLJ) dari katalog film Star Wars  karena film dianggap telah merusak kisah Jedi dan Luke Skywalker yang diikuti penggemar selama 30 tahun.

Dalam lima hari, dukungan petisi ini mencapai 10 ribu orang pengguna. Henry pun sempat memberi penjelasan mengenai alasan personal dirinya membuat petisi.

Pada hari keenam, Rabu 20 Desember, jumlah dukungan meningkat ke angka 25 ribu. Tak lama, Henry menulis klarifikasi terbaru. Dia merasa orang-orang telah salah memahami maksudnya. Dia juga tidak hendak menyalahkan para pendukung petisi.

"Aku masih tidak menyukai film ini. Aku tahu bahwa petisi ini, yang dibuat saat akal sehat terganggu, tidak akan mencapai tujuannya," tulis Henry.

"Petisi ini dimaksudkan untuk meredam amarah (pribadi). Kalau bicara realita, ada 0 persen kemungkinan Disney akan mencoret TLJ dari katalog seri dan mereka jelas tidak akan menunda produksi Episode IX untuk membuat ulang Episode VIII. Petisi ini adalah bentuk pelampiasan yang mewah dan sebuah pernyataan sarkastik," lanjutnya.

Dalam tulisan sebelumnya, Henry menyebut bahwa saat menonton TLJ, dia masih berada di kursi roda akibat patah tulang dalam kecelakaan lalu lintas. Dia kecewa terhadap film tersebut sekaligus masih merasa kesakitan secara fisik. Dia pun mengawali petisi online.

Dalam tulisan kedua, Henry merinci klarifikasi dan menyesal petisinya mendapat sorotan publik. Dalam salah satu poin, dia meminta untuk mengurangi perhatian ke petisinya.

"Kalian harus membantu orang lain karena itu hal yang pantas dilakukan. Aku khawatir popularitas petisi ini mengalihkan perhatian orang dari hal-hal lain yang mungkin lebih penting," ujar Henry.

Sebelumnya, sutradara Rian Johnson mengaku kerap mendapat cemooh di media sosial terkait The Last Jedi. Sebagai penggemar Star Wars  sejak kecil, dia memahami dinamika yang datang dari penggemar fanatik.

"Penggemar begitu semangat, kepedulian mereka begitu dalam. Mereka kadang bersikap peduli dengan sangat kasar di Twitter. Ini selalu menyakitkan. Aku tidak menjadikan ini masalah personal jika penggemar bereaksi negatif dan menghantamku di Twitter. Tak masalah. Ini jadi bagian dari pekerjaanku," ujar Rian.


(DEV)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

4 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA