Hari Film Nasional 2018

Ernest Prakasa Ingatkan Pentingnya Regenerasi

Cecylia Rura    •    31 Maret 2018 07:00 WIB
ernest prakasahari film nasional 2018
Ernest Prakasa Ingatkan Pentingnya Regenerasi
Ernest Prakasa (Foto: Medcom/Purba)

Jakarta: Penulis dan sutradara Ernest Prakasa merasa jumlah sekolah film di Indonesia masih kurang. Padahal, sekolah film menjadi penting agar menciptakan bibit baru dan regenerasi pelaku industri perfilman yang berkualitas. 

Menurut Ernest, regenerasi menjadi penting agar para pelaku industri perfilman menjadi segar karena kehadiran wajah-wajah baru. Oleh sebab itu, dia menganggap wadah belajar sangat dibutuhkan untuk menjaring nama-nama sineas baru. 

"Kita punya banyak sekali bakat, potensi, tapi kita enggak punya wadah belajar yang cukup. Kita enggak punya sekolah film. Sekolah film apa, sih? IKJ (Institut Kesenian Jakarta)? Maksudnya, sayang kota sebesar Jakarta film school kehitung sama jari. Jadi, untuk industri yang se-booming ini kita perlu memperlengkapi industrinya dengan sumber daya manusia yang juga memadai. Karena kalau enggak, orangnya itu-itu lagi. Director-nya itu-itu lagi, pemainnya itu-itu lagi, jadi akhirnya enggak berkembang dan stagnan," papar Ernest kepada Medcom.id belum lama ini.

"Supaya regenerasinya lancar memenuhi kebutuhan industri yang pertumbuhannya dahsyat ini kita butuh orang-orang baru juga. Itulah kenapa pemerintah kalau bisa membuat sekolah film bekerjasama dengan sekolah film luar negeri itu akan menjadi sesuatu yang sangat tinggi banget peminatnya, yakin gue," imbuhnya.

Kendati banyak tuntutan yang dilayangkan kepada pemerintah, Ernest cukup mengapresiasi upaya baik yang telah dilakukan melalui Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf) yang menjaring investor luar negeri untuk membantu pembuat film Indonesia.

"Ada inisiatif dari BEKraf untuk memfasilitasi orang yang mau berinvestasi di filmmaker-filmmaker baru yang memang butuh modal. Itu program-program yang baik," kata Ernest.

"Secara umum di industri perfilman peran pemerintah sebenarnya so far sudah banyak inisiatif yang bagus. Kayak membuka seluas-luasnya investasi asing untuk membuat bioskop baru. Itu sesuatu yang bisa menyemarakkan sehingga bioskop tambah banyak."

Memang, inisiatif tersebut mampu memberikan ruang ekosistem baru di industri perfilman Indonesia. Namun kembali lagi pada persoalan SDM, Ernest mengimbau agar target dari pelaku industri tak selalu berujung pada angka penjualan tiket.

"Bagaimana mengembangkan SDM, jangan mikirin jualan tiket terus. Ya, jualan tiket sekarang pertumbuhannya bagus tapi lama-lama kru dan pemainnya tidak berkembang stagnan juga," pungkasnya.



(ELG)