Cara Juri Hindari Konflik Kepentingan di Ajang Indonesian Movie Actors Awards 2018

Purba Wirastama    •    30 Mei 2018 23:00 WIB
penghargaan film
Cara Juri Hindari Konflik Kepentingan di Ajang Indonesian Movie Actors Awards 2018
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Jakarta: Indonesian Movie Actors Awards adalah ajang penghargaan bagi aktor dan aktris film layar lebar yang digelar stasiun televisi komersial RCTI. Kendati saluran televisi terkesan cenderung hanya mendulang untung lewat konten populer, panitia dan juri mengklaim tidak ada standar ganda dalam seleksi nomine aktor dan aktris untuk IMAA 2018. 

Tujuh sineas dan pemain film menjuri untuk gelaran tahun ini yaitu Marcella Zalianty, Lukman Sardi, Salman Aristo, Ifa Isfansyah, Robert Ronny, serta Marsha Timothy dan Ario Bayu. 

"Sama sekali tidak ada tendensi untuk membangun sesuatu yang populer, misalnya. Kalau dilihat dari film-filmnya, banyak sekali nama (pemain) yang bahkan bisa kita lihat bukan karena popularitasnya, tetapi karena peran mereka dalam sebuah film," kata Ifa dalam jumpa pers di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu, 30 Mei 2018. 

Total ada delapan kategori nominasi untuk IMAA 2018, ditambah satu kategori film terfavorit pilihan pemirsa. Film-film yang diseleksi adalah film rilisan 1 Maret 2017 hingga 28 Februari 2018, yang memang didaftarkan untuk IMAA 2018. Total ada 61 film submisi. 

Lantas dewan juri menilai performa aktor, aktris, atau kolaborasi mereka di film-film tersebut berdasarkan kriteria dan kategori yang telah ditentukan. Dari 61 film, ada sebanyak 16 judul film yang para pemainnya menjadi nomine untuk delapan kategori. 

Ada Posesif, Kartini, Pengabdi Setan, Night Bus, Sweet 20, Sekala Niskala, Ziarah, Turah, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, Satu Hari Nanti, Galih & Ratna, Dilan 1990, Critical Eleven, Bunda Kisah Cinta 2 Kodi, dan Surat Kecil untuk Tuhan. Untuk kategori film favorit, ada 10 film di antaranya ditambah Susah Sinyal dan Yowis Ben

Tidak bisa disangkal bahwa para anggota juri punya keterkaitan langsung dengan beberapa film itu. Bahkan ada yang menjadi nomine, seperti Lukman dan Marsha. Menurut Lukman, mereka punya cara tertentu untuk menjaga penilian tetap obyektif. Misalnya untuk penilaian Satu Hari Nanti, Salman Aristo tidak terlibat karena dia menulis dan menyutradarai film ini. 

"Sama seperti dengan Ifa sebagai produser Sekala Niskala. Untuk film itu, dia sama sekali tidak boleh menilai. Benar-benar kami hindari, jangan sampai ada filmnya sendiri yang dinilai sendiri," ungkap Lukman. 

"Juri yang lain sedang (diskusi), (juri yang berkaitan dengan film) tidak boleh mengeluarkan komentar yang berhubungan dengan filmnya itu," imbuhnya. 

Marcella juga menyebut bahwa IMAA 2018 tidak menilai film berdasarkan tingkat popularitas atau jumlah penonton. Mereka membuat satu kategori khusus untuk itu, yaitu film terfavorit pilihan penonton. Untuk delapan kategori lain, mereka menilai performa pemain. 

"Juri hanya memilh (kategori) yang 'terbaik' dan semua berdasarkan kualitas. Kami tidak melihat genre, jumlah penonton, tetapi dari kualitas," klaim Marcella. 

Direktur program RCTI Dini Putri menyatakan mereka tidak memberi pengaruh ke dewan juri, misalya untuk memilih film-film produksi MNC Pictures. Perusahaan produksi film ini berada di bawah grup MNC dan dipimpin oleh Lukman. 

"RCTI dengan MNC Pictures yang satu rumah saja, kami enggak utak-atik, apalagi tetangga. Pada saat kami memilih dewan juri, kami percayakan mereka menilai. Kami tidak melihat produksi siapa. Dewan juri ini kami rekrut, supaya mereka melihat 61 film itu. Mereka harus menonton semua, lalu ada satu hari untuk penjurian," ujar Dini. 

"Kalau kami sudah berstandar ganda, sebuah festival itu sudah enggak bisa dipegang nilai obyektifitasnya. Kalau begitu, orang akan bertanya, apa fungsinya punya penghargaan, apa fungsinya punya juri. Itu yang kami hindari," imbuhnya. 

Tahun ini adalah IMAA edisi ke-12. Awalnya digelar untuk memberi apresiasi kepada berbagai elemen perfilman, tetapi sejak 2016 fokus hanya kepada performa aktor dan aktris. Malam puncak IMAA 2018 akan diadakan di MNC Studios pada Rabu malam, 4 Juli 2018. 

Daftar lengkap nomine dapat dilihat dalam artikel berikut; Daftar Nomine Indonesian Movie Actors Awards 2018.


 




(ASA)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

13 hours Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA