Perankan Ahok di Film, Daniel Mananta Baru Sekali Bertemu Sosok Aslinya

Purba Wirastama    •    06 September 2018 21:07 WIB
daniel manantafilm a man called ahok
Perankan Ahok di Film, Daniel Mananta Baru Sekali Bertemu Sosok Aslinya
Daniel Mananta (Foto: Medcom/Purba)

Jakarta: Daniel Mananta dipercaya untuk menjadi aktor utama pemeran Basuki Tjahaja Purnama dalam film biografi A Man Called Ahok. Namun sejak bergabung ke proyek ini, Daniel baru satu kali bertemu langsung dengan Ahok. Itu pun di penjara.

"Pertama kali gue (bergabung) untuk syuting film ini, gue nanya, boleh enggak ketemu Pak Ahok, tapi sulit sekali karena saat itu kami enggak kebagian jadwal ketemu Pak Ahok," kata Daniel di XXI Metropole Cikini, Kamis, 6 September 2018.

Karena hambatan itu, Daniel akhirnya mendalami karakter Ahok yang dibutuhkan sesuai arahan naskah dan persiapan bersama sutradara Putrama Tuta. Dia juga mendapat bimbingan akting dari Yayu Unru.

Kesempatan untuk bertemu baru terjadi pada 23 Maret 2018, ketika syuting sudah memasuki hari ketiga. Syuting dihentikan dan Daniel diajak mengunjungi Ahok di Mako Brimob Depok. Daniel kikuk karena mengenakan seragam serupa yang dipakai Ahok kala menjadi pejabat publik.

"Jadi, (dengan kostum) lengkap, gue sebagai Ahok, ketemu Pak Ahok di Mako Brimob. Itu perasaan yang aneh, kikuk banget," ungkap Daniel.

"Gue bersyukur banget. Pertama, dia lihat gue dari atas sampai bawah, dia bilang, 'Cuma rambut saja yang mirip,'" ujar Daniel terkekeh.

"Kami bercanda. Pada dasarnya gue bersyukur banget karena dia kasih tanda tangan di buku A Man Called Ahok. Dia tulis Daniel Mananta "Ahok" dan kasih pesan," imbuhnya.



Menurut cerita Daniel, pertemuan itu lebih bersifat silaturahmi ketimbang penggalian karakter. Putrama juga mewanti-wanti Daniel supaya jangan menggali karakter lagi dan tetap setia dengan naskah karena mereka telah masuk tahap produksi. Kendati begitu, Daniel tetap memperhatikan gerak tubuh Ahok untuk memantapkan diri.

A Man Called Ahok menjadi film cerita kedua Daniel sebagai aktor. Debut aktingnya adalah pemain pendukung di film horor Rumah Dara (2010) garapan Mo Brothers. Memikul tantangan peran utama di film biografi, Daniel siap dibanding-bandingkan.

"Apalagi ini seorang figur yang menginspirasi dan masih hidup. Ketika mereka nonton, mereka pasti akan membandingkan. Jadi harus memperlihatkan (kemampuan) banget. Harusnya gue berguru ke Reza Rahadian sih," pungkasnya.

A Man Called Ahok dikembangkan berdasarkan buku berjudul sama tulisan Rudi Valinka. Naskah digarap Putrama bersama Ilya Sigma. Produksi dilakukan dalam bendera The United Team of Art dengan produser Ilya, Emir Hakim, dan Reza Hidayat.

Film berkisah tentang sosok dan kehidupan Ahok pada 1976 hingga 2005. Dalam kurun waktu ini, Ahok tumbuh sebagai putra sulung seorang pengusaha tambang di Belitung Timur, sempat membuka bisnis serupa, hingga terpilih sebagai Bupati pada 2005. Secuil kisah Ahok di Jakarta juga akan ditampilkan.

A Man Called Ahok direncanakan rilis di bioskop akhir tahun ini.


 


(ELG)

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

3 days Ago

Dapat disimpulkan, Jerinx adalah korban dari sikap 'lancang' Via Vallen dan beberapa pe…

BERITA LAINNYA