Tiga Fakta Menarik tentang Lokasi Film The Mummy

Purba Wirastama    •    07 Juni 2017 21:14 WIB
film asing
Tiga Fakta Menarik tentang Lokasi Film The Mummy
The Mummy (Foto: universal)

Metrotvnews.com, Jakarta: Film The Mummy besutan Alex Kurtzman sudah ditayangkan di bioskop Indonesia sejak Rabu 7 Juni 2017. Film pertama Dark Universe ini, menurut catatan Box Office Mojo, menghabiskan dana produksi USD 125 juta atau Rp1,6 triliun.

Catatan produksi menyebutkan syuting dilakukan di sedikitnya 50 set di Inggris, Prancis, dan Namibia. Setengah di antaranya dibangun di Shepperton Studios, Inggris. Dari seluruh set, tiga set berikut punya cerita menarik.


1. Luas markas dr. Jekyll mencapai 0,45 hektare
Prodigium, markas bawah tanah tempat kelompok rahasia dr. Jekyll (Russel Crowe) beroperasi, punya dua ruang utama. Satu adalah tempat menyimpan sarkofagus dan menahan para monster, termasuk Ahmanet (Sofia Boutella), dan satu lagi adalah kantor Jekyll yang berdinding dan berpintu baja.

Untuk mendapatkan visual latar tersebut, tim produksi membangun instalasi seluas 4.570 meter persegi atau sekitar 0,45 hektare di Shepperton Studios. Nuansanya dibuat seperti tiga masa London sekaligus, yaitu era Romawi, abad pertengahan, dan modern. Russel mengakui instalasi ini membantu dia masuk ke dalam karakter Jekyll.

"Sangat brilian. Anak-anakku berkunjung ketika aku berada di set, dan mereka sama-sama takjub, seperti ketika aku berjalan memasukinya," kata Crowe, dikutip dari catatan produksi.


(Foto: dok. universal)

2. Simulasi kecelakaan pesawat dilakukan di udara
Ketika pesawat airbus yang ditumpangi Nick (Tom Cruise) dan Jenny (Annabelle Wallis) jatuh meluncur ke darat, para penumpang dan berbagai barang di dalam melayang-layang membentur atap dan dinding seakan tak ada gravitasi. Nick juga sempat mengambil tas parasut dan mengenakannya pada Jenny.

Adegan 'gravitasi nol' ini dilakukan di pesawat Airbus A310 asli yang sedang terbang. Simulasi dilakukan oleh Novespace, perusahaan di Prancis yang menyediakan jasa penerbangan parabolik. Parabolik berarti pesawat terbang dengan sudut kemiringan curam, baik ke atas maupun ke bawah.

Syuting pemain utama dilakukan empat kali dalam dua hari dan melibatkan 40 pemain serta kru. Satu sesi lamanya dua jam dengan 16 kali manuver parabolik, yang masing-masing berdurasi sekitar 20 detik. Total ada 40 kru dan pemain dalam simulasi ini, termasuk pemain stunt.

Sebagai persiapan dan latihan, tim membangun instalasi yang mirip dengan interior pesawat dan melapisinya dengan karet dan busa. Instalasi ini diputar dan dimiringkan dengan perhitungan tertentu, dan para pemain serta kru berguling dari satu sisi ke sisi lain.

"Kami latihan stunt berbulan-bulan di ruang berlapis busa supaya tubuh kami siap untuk ini, untuk membuatmu luwes seperti penari. Dengan cara itu, kalian dapat bergerak ke mana pun instalasi dan gravitasi nol ini membawa kalian," kata Annabelle.

(Foto: dok. universal)


3. Bangunan runtuh di Irak dapat disusun kembali
Dalam babak awal, Nick dan Vail diserang oleh kelompok bersenjata di suatu kampung di Irak. Bantuan udara datang dan meledakkan satu area di dalam kampung, yang kemudian membuka pintu ke makam mumi yang mereka cari.

Bangunan tiga lantai, tempat terakhir Nick dan Vail berlindung, merupakan instalasi yang memang disiapkan untuk 'hancur' dan disusun ulang. Jika harus retake, atau syuting ulang, bangunan disusun kembali dalam hitungan menit.


(Foto: dok. universal)

Bangunan dan seluruh instalasi kampung tersebut dibuat di padang gurun Namibia, yang memang sudah populer sebagai lokasi syuting. Menurut catatan The Culture Trip, film lain yang pernah dibuat di sini antara lain 2001: A Space Odyssey (1968), Samsara (2001), dan Mad Max: Fury Road (2015).

Pengambilan gambar padang gurun Mesir yang dilihat Nick dalam kilas balik Ahmanet, juga dilakukan di sini. Menurut Kurtzman, padang gurun Namibia dapat menggantikan lanskap Mesir kuno sekaligus Irak modern. Total mereka syuting selama dua setengah minggu.


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

4 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA