Soleh Solihun Garap Film Autobiografi

Purba Wirastama    •    30 Agustus 2017 11:13 WIB
film indonesia
Soleh Solihun Garap Film Autobiografi
(Foto: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Aktor dan komedian Soleh Solihun sedang sibuk mengerjakan film autobiografi berjudul Mau Jadi Apa?  bersama sutradara Monty Tiwa. Kisahnya menyorot perjalanan Soleh selama menjalani kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, terutama pengalaman dia di biro pers kampus.

Soleh bercerita bahwa saat kuliah, dia dan kawan-kawan mengalami kebingungan soal rencana masa depan. Selain masih belum terlalu paham apa saja jalan yang disediakan oleh program studi ilmu komunikasi, dia juga merasa kawasan kampus Jatinangor terpencil dan minim aktivitas. Ada perasaan tersesat.

"Daripada kita mengutuk diri sendiri, akhirnya saat kuliah saya bikin penerbitan, bikin majalah kampus," kata Soleh saat dihubungi Metrotvnews.com, belum lama ini.

Waktu itu sebenarnya sudah ada pers mahasiswa (persma) di Unpad. Namun Soleh mengaku tidak puas karena isinya hal-hal serius terkait politik. Dia dan sejumlah kawan membuat majalah hiburan. Lewat aktivitas ini, mereka menemukan jati diri dan kesukaan masing-masing. Begitu lulus dan sebelum dikenal sebagai komedian, Soleh memang melanjutkan perjalanan sebagai jurnalis dengan bekerja di sejumlah media massa.

"(Film bercerita) tentang pengalaman masa kuliah, dan benang merahnya ke pengelolaan persma di Fikom Unpad. Kalau tema besarnya, pencarian jati diri sekelompok anak muda yang enggak tahu masa depan mereka mau dibawa ke mana. Kuliah buat apa, terus mau ngapain," ungkap Soleh.

"Intinya tentang pencarian jati diri dan mensyukuri nikmat yang ada."

Awalnya Soleh hendak menuangkan kisah tersebut hanya ke dalam buku di bawah atap salah satu penerbit dari grup Mizan. Namun produser dari rumah produksi grup Mizan juga berminat untuk mengadaptasi cerita Soleh ke film. Naskah buku dan film lantas digarap dalam waktu bersamaan. Khusus untuk skenario film, Soleh mengajak Agasyah Karim dan Khalid Kasogi untuk ikut menulis.

Buku akan dirilis terlebih dulu. Isinya cerita runtut perjalanan Soleh selama tujuh tahun, dari 1997 hingga 2003. Sementara cerita film dibuat lebih dramatis dengan fokus pada rangkaian kejadian tahun 1999.

"Film itu versi sinematiknya. Ceritanya dicampur dan enggak murni seperti buku. Kalau buku kronologis, kalau film ya lebih singkat dan dicampur," ujar Soleh.

Produksi dilakukan Starvision Plus dan Mizan. Soleh diminta terlibat langsung sebagai sutradara. Namun karena merasa belum sanggup sendiri, dia mengajak Monty Tiwa untuk berkolaborasi sebagai sutradara. Menurut Soleh, mereka berdua punya kecocokan selera humor dan yakin tidak akan butuh waktu lama untuk membangun iklim kerjasama yang nyama.

Monty menyebut bahwa pengalaman Soleh ini memang lucu, menarik, dan inspiratif. Ada kisah anak muda yang tidak tahu dan bingung terhadap rencana masa depan. Film otobiografi ini akan dikemas dalam balutan komedi.

"Soleh bercerita, perjalanan karirnya itu sebetulnya tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan dari zaman SMA. Soleh memang seorang pencerita lucu dan menarik. Saat kami mendengar kisah dia di era mahasiswa, banyak cerita lucu, menarik, inspiratif, yang menurut kami menarik untuk diangkat," kata Monty saat dihubungi terpisah.

Tokoh Soleh akan diperankan sendiri oleh Soleh. Sejumlah aktor pendukung yang terlibat adalah Boris Bokir, Karina Suwandi, Aurellie Mouremans, Anggika Bolsterli, Adjis Doaibu (Abdul Aziz), Andi 'Awwe' Wijaya, dan Ricky Wattimena. Chand Parwez Servia (Starvision) dan Putut Widjanarko (Mizan) bertindak sebagai produser eksekutif.

Produksi film telah dilakukan di Jatinangor dan Bandung sejak 7 Agustus 2017, dan telah berakhir beberapa hari lalu. Rencananya film akan dirilis pada penghujung 2017. Kemungkinan besar pada November.


(DEV)

Menjaga Nyawa Clubeighties

Menjaga Nyawa Clubeighties

4 days Ago

Menjaga nyawa grup musik selama sembilan belas tahun bukan perkara mudah. Terlebih, dengan diti…

BERITA LAINNYA