Max Pictures Siap Berdamai dengan Penulis Asli Benyamin Biang Kerok

Elang Riki Yanuar    •    20 April 2018 12:01 WIB
film benyamin biang kerok
Max Pictures Siap Berdamai dengan Penulis Asli Benyamin Biang Kerok
Ody Mulya dan kuasa hukumnya (Foto: medcom/elang)

Jakarta: Max Pictures dan Falcon Pictures saling gugat dengan Syamsul Fuad, penulis naskah awal film Benyamin Biang Kerok (1972). Meski sidang sudah berjalan, Max Pictures tetap membuka pintu damai dengan Syamsul.

Produser Max Pictures Ody Mulya mengaku sudah pernah menempuh jalan kekeluargaan dengan Syamsul sejak tahun lalu. Namun, dia terkejut ketika Syamsul tiba-tiba melayangkan gugatan tak lama setelah film Benyamin Biang Kerok tayang di bioskop pada awal Maret 2018.

Sadar dengan kondisi Syamsul yang sudah tua, Max Pictures siap mencabut laporan mereka kepada penulis 81 tahun itu. Namun, mereka meminta Syamsul dan pengacaranya terlebih dulu mencabut laporan kepada Max Pictures dan Falcon Pictures.

"Kami menawarkan kasus ini diselesaikan dengan baik. Kami tidak mengejar uang dalam gugatan ini. Kalau mau damai, besok juga bisa kami cabut gugatannya. Masa kami tega menuntut Pak Syamsul yang sudah tua. Pak Syamsul itu orang tua yang harus kita hormati. Dan beliau punya sejarah bagus di dunia film," kata kuasa hukum Max Pictures, Bagiono saat ditemui di Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis, (19/4/2018).

"Kami terbuka dengan musyawarah tapi dengan catatan jangan ada tekanan atau merasa superhero," imbuhnya.

Ody menyebut sudah bersikap kooperatif kepada Syamsul. Salah satu wujudnya menyertakan nama Syamsul dalam kredit film Benyamin Biang Kerok versi terbaru.

"Kurang apalagi kami. Saya juga kasihan dia sudah tua. Jadi kesannya niat baik kami seperti tidak dihargai. Saya hanya mencari keadilan, tidak mencari uang dalam gugatan ini," ucap Ody.

Ody berharap masalah yang dihadapinya segera selesai. Apalagi, polemik ini dia klaim salah satu penyebab melesetnya target penonton film garapan Hanung Bramantyo itu. Film yang menampilkan Reza Rahadian sebagai pemeran utama sejauh ini baru meraih 740 ribu penonton.

"Orang jadi mikirnya itu film Benyamin ada masalah, imej-nya juga jadi jelek. Apalagi kemarin film Dilan (produksi Max Pictures) tembus 6 juta penonton, pasti pikirannya enggak jauh dong. Tapi ada masalah ini (penonton film Benyamin Biang Kerok) jadi meleset," ujar Ody.

 


(ELG)