Menang di Berlin, Kamila Andini Tak Yakin Filmnya Punya Ruang di Indonesia

Purba Wirastama    •    25 Februari 2018 15:55 WIB
festival film
Menang di Berlin, Kamila Andini Tak Yakin Filmnya Punya Ruang di Indonesia
Kamila Andini (dok pribadi)

Berlin: Film Sekala Niskala garapan penulis-sutradara Kamila Andini menerima penghargaan Grand Prix di Berlinale International Film Festival ke-68 untuk sesi kompetisi Generation Kplus. Kendati mendapat sambutan spesial dari salah satu festival film bergengsi dunia, Kamila tak yakin film ini punya banyak ruang di lingkup masyarakat Indonesia.

"Penghargaan ini menunjukkan bahwa film tidak harus dibuat dengan cara yang seragam," kata Kamila dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu, 25 Februari 2018.

Sekala Niskala menjadi satu-satunya film Indonesia di BIFF tahun ini dan sekaligus film panjang pertama Indonesia yang meraih kemenangan. Menurut dewan juri internasional, Sekala Niskala dipilih karena memiliki kekuatan dan keunikan visi sinematik yang digarap dengan hati-hati.

Kamila mengaku bahagia jika penghargaan tersebut dapat menjadi bentuk kontribusinya bagi Indonesia serta industri filmnya. Namun dia sendiri tak yakin Indonesia memiliki ruang apresiasi yang sepadan.

"Apabila melalui penghargaan ini saya bisa berkontribusi untuk Indonesia dan industri filmnya, ini tentu sesuatu yang membahagiakan karena sejak awal, saya membuat film ini sebagai canang (persembahan) untuk budaya Indonesia, walaupun saya tidak tahu apakah Indonesia dan masyarakatnya punya ruang untuk film-film seperti ini," lanjut Kamila, menyoroti produksi film ini yang tanpa bintang besar dan tanpa dana besar seperti film-film komersial lain.

"Namun saya yakin bahwa budaya kita, bakat-bakat yang kita miliki, punya cara sendiri untuk memesona dan diapresiasi," imbuhnya.

Sebelumnya, Sekala Niskala meraih anugerah film remaja terbaik dalam Asia Pacific Screen Awards (APSA) ke-11 di Brisbane pada November 2017. Dua hari berikutnya, film ini bersama Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (Mouly Surya) meraih hadiah utama dari juri dalam Tokyo FILMeX ke-18.

Kisahnya mengikuti Tantri (Thaly Kasih), anak perempuan usia 10 yang sadar tak punya banyak waktu lagi dengan saudara kembarnya, Tantra (Gus Sena). Terbaring di rumah sakit, Tantra melemah dan mulai kehilangan kemampuan indera satu per satu. Pada tengah malam, Tantri terbangun dari mimpi dan menemui Tantra. Lewat ekspresi tubuh, Tantri mengalami perjalanan magis dan relasi emosional.

Film digarap selama 5 tahun dan mendapat beragam dukungan, seperti dari Hubert Bals Fund, Asia Pacific Screen Awards Children’s Film Fund, Cinefondation La Residence, dan Doha Film Institute. Pendanaan juga didapat lewat sistem urun dana yang membuat para donatur secara otomatis menjadi co-producer.

Sekala Niskala akan diputar di bioskop Indonesia mulai Kamis 8 Maret 2018. Sebelum dirilis di bioskop, ada sedikitnya 27 komunitas di 23 kota yang mengadakan acara pemutaran film-film Kamila sebelum Sekala Niskala, yaitu Memoria, Following Diana, dan The Mirror Never Lies.




(DEV)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

1 week Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA