Candi Prambanan 'Disulap' Jadi Candi Laos di Film Beyond Skyline

Purba Wirastama    •    08 Oktober 2017 17:52 WIB
film
Candi Prambanan 'Disulap' Jadi Candi Laos di Film Beyond Skyline
Adegan film Beyond Skyline

Metrotvnews.com, Jakarta: Lewat trailer Beyond Skyline  yang telah dirilis, kita bisa tahu bahwa candi merupakan salah satu latar tempat yang akan punya porsi banyak di dalam cerita. Sekompleks bangunan candi menjadi pintu masuk markas bawah tanah para prajurit Laos untuk bertahan dari serbuan para alien. 

 
Candi bahkan menjadi arena pertarungan antara manusia dan alien, seperti tampak di sejumlah cuplikan adegan. Tokoh-tokoh yang diperankan antara lain oleh Iko Uwais, Frank Grillo, Bojana Novakovic, dan Yayan Ruhian, menghadapi alien petarung di sudut-sudut candi. Lusinan orang berlari ketika alien besar meruntuhkan kawasan tersebut.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, untuk kebutuhan gambar ini, tim melakukan syuting di Candi Prambanan atau Candi Sewu di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah sekitar akhir 2014 atau awal 2015. Menurut Iko Uwais, kompleks candi tersebut digunakan sekadar sebagai penanda visual untuk menggambarkan kompleks candi di Laos.
 
"Kalau Batam itu untuk syuting di studio. Kalau Yogyakarta untuk bentukan seperti di Laos, kayak candi. Jadi dia mengubah candi, tidak seperti Prambanan," kata Iko dalam jumpa pers di Jakarta, belum lama ini. 
 
Namun jika menimbang arus pengunjung harian Candi Prambanan yang adalah tempat wisata, bagaimana syuting berlangsung? Apalagi beberapa gambar menyorot lanskap candi dari jauh. Menurut seorang sumber yang dekat dengan proyek, syuting film garapan Liam O'Donnel ini dilakukan hanya waktu malam.
 
"Syuting malam, kalau enggak salah. Jadi memang sudah tidak ada pengunjung," katanya saat dihubungi Metrotvnews.com, Sabtu (7/10/2017).
 
Syuting di candi berlangsung selama sekitar sepekan. Khusus untuk adegan siang, tim produksi mengambil gambar di Infinite Studios Batam dengan CGI. Sebagian set candi dibangun secara digital di tahap pasca produksi.
 
"Sebagian set dibikin di studio Batam karena tidak cukup," imbuhnya.
 
Selain Candi Prambanan, tim juga mengambil gambar di kawasan wisata air terjun Sri Gethuk di Gunung Kidul pada akhir 2014. 
 
Terkait alasan pemilihan lokasi syuting di Jawa, dan bukan Laos seperti dalam cerita, belum ada keterangan dari pihak rumah produksi. Namun menurut seorang sumber, ada sekian faktor pertimbangan. Salah satunya adalah ketersediaan sumber daya atau kru lokal pendukung produksi.
 
"Biasanya faktor (pertimbangan pemilihan tempat) banyak. Mungkin di Laos, sumber daya dan kru itu kurang. Makanya mereka pilih di Jakarta, Indonesia, yang syutingnya (bisa lebih baik)," katanya.
 
Beyond Skyline  merupakan sekuel atas film Skyline  (2010) yang ditulis dan disutradarai oleh duo Colin dan Greg Strause. Liam adalah produser dan salah satu penulis naskah film pertama. Namun dia turun tangan untuk film kedua dengan menjadi penulis dan sutradara tanpa Strause bersaudara. 
 
Produksi berada di bawah naungan sejumlah rumah produksi, yaitu Hydraulx Entertainment, M45 Productions, dan Red Sea Media. Kerjasama juga dilakukan dengan Alberg Productions dan XYZ. Selain Iko, Bojana, Frank, dan Yayan, film ini juga melibatkan sejumlah aktor lintas kultur. Ada Callan Mulvey, Valentine Payen, Kevin O'Donnell, Antonio Fargas, serta Pamelyn Chee.
 
Beyond Skyline dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu 1 November 2017.


(DEV)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

1 day Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA