Jupe dan Gending Sriwijaya yang Mengubahnya

Elang Riki Yanuar    •    10 Juni 2017 22:08 WIB
julia perez
Jupe dan Gending Sriwijaya yang Mengubahnya
Jupe di Gending Sriwijaya (Foto: instagram hanung bramantyo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perjalanan karier Julia Perez (Jupe) di dunia hiburan cukup berliku. Dia menjalani banyak profesi, mulai dari model, penyanyi, presenter, hingga bintang film

Shankar RS, produser film horor seks pernah menjuluki Jupe sebagai Ratu Film Horor Indonesia yang baru. Untuk semakin menahbiskan julukan itu, Jupe rela mengunjungi makam Suzanna, aktris yang pernah mendapatkan julukan serupa di masa lampau.

Jupe memang puluhan kali bermain dalam film horor berbumbu seks. Maka tak heran, citra yang menghampirinya kala itu cenderung negatif. Namun, perjalanan karier Jupe sedikit berubah.

Adalah Hanung Bramantyo yang menyadari potensi lain dalam diri Jupe. Sutradara film Kartini ini mengajak Jupe bermain dalam film Gending Sriwijaya pada tahun 2013.

Hanung bukannya tidak tahu dengan citra 'esek-esek' yang melekat pada diri Jupe. Hanung mengungkapkan, sejumlah sponsor ada yang mundur setelah tahu Jupe menjadi salah satu pemainnya. Namun, Hanung tetap pada pendiriannya.

Hanung mengaku kadung jatuh hati pada Jupe. Bukan karena keseksian Jupe, tetapi dia yakin ada sisi lain dalam diri Jupe yang sebenarnya kurang digali. Insting Hanung sebagai sutradara yang berkata itu. Dia tak mau memperlakukan Jupe dengan akting seadanya asalkan seluruh tubuhnya diekspos kamera.

"Saya percaya Jupe punya kemampuan lebih. Saya sedih kalau seorang yang baik tapi diciptakan imej yang jelek dari seorang Jupe. Dia selalu dibalut dengan erotisme. Di film ini saya justru tidak mengeksplorasi tubuh Jupe," ujar Hanung Bramantyo kala itu.

"Dari awal sebelum saya ada film ini. Saya lihat Jupe di sebuah film, saya follow Twitter-nya. Saya lihat dia cerdas, dia punya kedalaman pemikiran, dia penari juga. Hal-hal itu yang membuat saya memutuskan memilih Jupe," lanjut Hanung.

Di film Gending Sriwijaya, Jupe beradu akting dengan sejumlah aktor yang sudah malang melintang di dunia akting. Sebut saja seperti Slamet Rahardjo, Jajang C Noer, Agus Kuncoro, dan Mathias Muchus yang banyak mengajari Jupe arti akting sesungguhnya.

"Baru kali ini saya lihat Jupe sebagai artis yang baik," puji Mathias Muchus usai beradu akting dengan Jupe di Gending Sriwijaya.

Bekerjasama dengan para sineas berkualitas membawa pengaruh besar bagi Jupe. Dia mengaku kerap dimarahi Hanung, tetapi dia menganggap itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah mutu. Jauh berbeda dengan film-film yang dia bintangi sebelumnya.

"Biasanya kalau konferensi pers film, saya dihina-hina. Sekarang saya percaya diri kalau akan dipuji. Saya enggak menyangka dipercaya bisa main film yang serius," tutur Jupe saat jumpa pers Gending Sriwijaya.

Keputusan Hanung memilih Jupe sepertinya tak salah. Jupe merupakan artis yang mau belajar. Dia tak berlaga menjadi artis terkenal ketika menjalani syuting.

"'Gue enggak mau pakai stuntman. Semua adegan bahaya gue mau lakuin sendiri' begitu kalimat Jupe yang aku ingat pas syuting Gending Sriwijaya. Dia tak cuma profesional, on time, tidak manja dan melayani. Tapi dia juga kuat. Sangat kuat sampai terakhir kali aku berjumpa dengannya di Rumah Sakit," tulis Hanung Bramantyo sesaat setelah Jupe meninggal sembari menyertakan foto akting Jupe di Gending Sriwijaya.

Berkat perannya sebagai Malini di film Gending Sriwijaya, Jupe terpilih sebagai Aktris Utama Terpilih Piala Maya 2013 dan Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Bandung 2013. Prestasi ini pula yang mengubah perspektif Jupe terhadap dunia film. Piala ini tak hanya pembuktian diri, tetapi juga momentum Jupe mengubah pilihannya di industri hiburan.

"Sebagai anak bangsa, saya bertanggung jawab memberi edukasi juga dengan bermain di film bermutu. Saya ingin ada perubahan untuk film Indonesia. Sekarang saya sudah besar, saya punya andil untuk mengubah itu," kata Jupe.
 

Keputusan besar diambil. Jupe memutuskan berhenti bermain film horor, terutama yang kerap mengumbar keseksiannya. Film Main Dukun yang tayang pada 2014 menjadi film horor terakhir Jupe. Jupe melepaskan julukan 'Ratu Horor Indonesia' yang tersemat dalam dirinya.
 


Setelah memutuskan berhenti bermain film horor berbumbu seks, Jupe memang terbilang sudah jarang terlibat dalam sebuah film. Dia lebih banyak tampil sebagai penyanyi, pembawa acara atau bintang tamu di acara-acara televisi.

Sejak setahun belakangan, dia mulai meninggalkan dunia hiburan untuk fokus penyembuhan penyakit kanker serviks yang menggerogotinya beberapa tahun sebelumnya. Penyakit inilah yang akhirnya merenggut nyawa Jupe pada Sabtu, 10 Juni 2017.

Kepergian Jupe meninggalkan banyak duka bagi banyak orang, lintas profesi, lintas usia, bahkan lintas kubu. Semasa dirawat di rumah sakit, tak hanya kalangan selebriti yang menjenguk. Tercatat, mantan Gubernur Jakarta, Ahok dan Wagub Jakarta, Djarot dan Ketua BNN Budi Waseso pernah datang menjenguk pemilik nama asli Yuli Rahmawati itu.


 


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

4 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA