Joko Anwar Bocorkan Ada Praktik Sutradara Film Numpang Nama

Purba Wirastama    •    28 Mei 2018 14:27 WIB
film indonesia
Joko Anwar Bocorkan Ada Praktik Sutradara Film Numpang Nama
Joko Anwar (Foto: Facebook)

Jakarta: Pada satu Minggu siang, ketika sebagian orang masih bicara soal pemilihan Iqbaal Ramadhan untuk film Bumi Manusia, Real Madrid mengalahkan Liverpool di final Champions League 2018, dan Tiongkok bersiap melawan Jepang di final Thomas Cup, sutradara Joko Anwar melempar satu topik lain yang disambut cukup antusias di media sosial.

Menurut Joko, ekosistem industri film lokal sedang dikacaukan oleh praktik "numpang nama" dari beberapa sutradara, yang mana tidak ikut bekerja sesuai kewajiban seharusnya sebagai seorang sutradara. Dalam rangkaian 13 kicauan, @jokoanwar bercerita soal ini. 

"Di Indonesia, orang yang namanya ada di film sebagai sutradara, bisa jadi bukan orang yang menyutradarai filmnya. Sebuah kesesatan di perfilman Indonesia," kicau Joko mengawali opininya, Minggu, 27 Mei 2018. 

Joko lantas menjelaskan definisi konsep co-director atau ko-sutradara, yaitu dua atau lebih (biasanya dua) sutradara yang berbagi status sutradara karena mengarahkan satu proyek film bersama-sama. Posisi ini setara, bukan seperti relasi antara sutradara dengan asisten sutradara. 

Joko mengklaim bahwa sistem co-directing kadang diterapkan secara keliru di Indonesia. Dalam beberapa kasus tersebut, istilah co-director malah disematkan bagi orang yang mengarahkan film, atau menggantikan sutradara resmi, atau menjalankan tugas sutradara, tetapi tidak bisa disebut sebagai sutradara. Sementara itu, sutradara resmi sering tidak hadir di lokasi.

"Praktik yang dapat dipertanyakan ini, awalnya sering ditemui dalam produksi sinetron. Sutradara sinetron banyak yang cuma datang ke set syuting, cuma duduk-duduk sebentar, kasih instruksi sedikit, lalu pergi, meninggalkan 'co-director' untuk menyutradarai syuting," tulis Joko. 

Joko mencurigai bahwa praktik semacam ini terjadi karena sang sutradara resmi punya pekerjaan lain, tidak bisa menyutradarai pertunjukan peran, atau tidak punya integritas kerja. Dia juga mengklaim bahwa ada produser yang mengijinkan karena etika kerja tidak ada. Setelah menjadi kebiasaan, praktik ini menular ke pengerjaan film layar lebar dan dianggap semakin wajar. 

Karena itu, pencantuman label sutradara bagi sineas dalam poster, film, atau materi publikasi lain patut ditelisik lebih lanjut. Pasalnya, pengakuan publik lewat credit ini tak bisa menjamin bahwa sutradara resmi benar-benar menjalankan tugas sebagai sutradara. Bisa saja hak itu seharusnya milik co-director. 

Bagi Joko, praktik "numpang nama" atau "sembunyi nama" ini punya dua dampak buruk bagi ekosistem industri film domestik. 

"Pertama, film, sekalipun adalah kerja kolektif, adalah hasil visi dari seorang sutradara. Jika sutradara tidak hadir secara fisik dan intelektual, film akan menjadi produk yang compang-camping. Yang dirugikan tentunya adalah penonton," kicau Joko. 

"Kedua, praktik ini menyuburkan budaya pemberian pengakuan pada orang yang tak bekerja. (Inilah) salah satu alasan kenapa budaya 'work hard for excellence' di Indonesia tidak jalan. Makanya banyak orang yang punya satu profesi hanya dengan klaim, bukan kerja keras," lanjutnya. 

Selain pemakaian istilah co-director, kata Joko, kerja curang seperti itu juga bisa terjadi lewat pengalihan tugas dari sutradara ke asisten sutradara. Seperti kita tahu, jabatan asisten sutradara sudah punya tugas spesifik masing-masing sesuai "urutan nomor". Misal, asisten sutradara pertama menangani persoalan teknis dan non-kreatif produksi. 

Joko adalah penulis dan sutradara kelahiran Januari 1976. Dia telah mengarahkan enam film layar lebar sejak 2005, yang semua naskah juga ditulis olehnya. Film terakhirnya yang rilis adalah Pengabdi Setan (2017). Kini dia sedang sibuk menyiapkan proyek film adaptasi komik Gundala. 


 




(ASA)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

13 hours Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA