Europe on Screen 2018 Putar 93 Film di Enam Kota Besar Indonesia

Purba Wirastama    •    22 April 2018 12:39 WIB
europe on screen
Europe on Screen 2018 Putar 93 Film di Enam Kota Besar Indonesia
Duta besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend bersama Rafael De Bustamante Tello, Nauval Yazid, dan Meninaputri Wismurti dalam jumpa pers Europe on Screen 2018 (dok EoS)

Jakarta: Festival film tahunan Europe on Screen kembali hadir untuk edisi ke-18 pada 2018. Sebanyak 93 film dari 24 negara Eropa akan diputar di enam kota besar Indonesia pada periode 3-12 Mei 2018.

Film yang disajikan beragam, mulai dari klasik hingga pemenang penghargaan, serta sejumlah film pendek, animasi, dan dokumenter. Sebagian besar dari film-film ini belum pernah dirilis komersial di Indonesia.

Menurut keterangan pers yang diterima Medcom.id, sejumlah film yang menjadi andalan tahun ini antara lain nomine Oscar untuk animasi The Breadwinner, komedi laris asal Spanyol My Big Night, peraih penghargaan Berlin The Other Side of Hope, nomine Ocar untuk film asing Land of Mine, serta peraih penghargaan Cannes berjudul Barbara.

Lalu ada dua film dari Jerman dan Prancis yang baru hendak rilis bioskop, yaitu Based on a True Story garapan Roman Polanski dan Submergence garapan Wim Wenders. Ada juga program khusus untuk tiga film klasik karya Ingmar Bergman, salah satu sineas berpengaruh asal Swedia. Selama festival, akan ada pameran mengenai perjalanan hidup Bergman untuk memperingati hari lahirnya ke-100

"Di seluruh dunia diadakan perayaan khusus (Bergman), termasuk di Indonesia melalui EoS. Kami akan menghadirkan 3 film klasik beliau, yaitu Autumn Sonata, The Seventh Seal, dan Wild Strawberries. Ada arsip wawancara dengan Ingmar Bergman yang belum pernah kita lihat sebelumnya di setiap film tersebut," kata festival co-director Nauval Yazid.

Untuk sesi diskusi, salah satunya adalah diskusi tentang sulih teks dalam film atau subtitle. Diskusi akan diadakan di kampus Universitas Multimedia Nusantara pada 7 Mei 2018.

"Alih bahasa memegang peranan penting bagi film asing untuk meraih penonton yang lebih luas dan membantu penonton untuk memahami film secara utuh. Program ini baru pertama kali diadakan di Indonesia. Kami telah mengundang ahli sulih teks dari Perancis, Indonesia, dan periset yang telah membuat film dokumenter mengenai sulih teks dari Inggris," kata festival co-director Meninaputri Wismurti.

Festival tahun ini juga menghadirkan sesi pemutaran dokumenter #OurOcean yang didedikasikan bagi upaya pelestarian laut. Ada film 4 Ocean (Jerman), Dolphin Man (Yunani), Freightened: The Real Price of Shipping (Spanyol), How to Change the World (Inggris), Hurricane (Prancis), dan The Last Sea Gypsy (Belanda).

"Laut merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap program ini akan meningkatkan kesadaran atas dampak dari pilihan hidup kita terhadap paru-paru dunia ini," kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend.

Total ada 200 agenda pemutaran dalam EoS 2018 di Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar, Surabaya, dan Yogyakarta. Tidak semua kota menjalankan festial selama 10 hari pada 3-12 Mei. Jadwal dan info lengkap dapat disimak di situs web resmi europeonscreens.org.


(DEV)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

3 days Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA