Putri Marino Belajar Dialek Melayu Demi Peran di Film

Purba Wirastama    •    08 Maret 2018 10:18 WIB
film indonesia
Putri Marino Belajar Dialek Melayu Demi Peran di Film
Cuplikan adegan di film Jelita Secuba

Jakarta: Putri Marino bermain di film drama terbaru berlatar kultur Melayu-Natuna yang berjudul Jelita Secuba. Demi tuntutan peran, Putri mengaku harus mendalami dialek bicara dan gerik perilaku orang Melayu.

"Aku reading hampir sebulan. Membangun ikatan bareng pemain lain, belajar mendalami karakter, riset, bertemu banyak narasumber," kata Putri dalam jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Maret 2018.

Putri berperan sebagai tokoh utama, Sharifah, gadis Natuna yang jatuh cinta dan menikah dengan Jaka (Wafda Lubis), tentara muda dari Angkatan Darat.

"Sharifah ini wanita Melayu. Aku memasukkan nada bicara Melayu, dialek Melayu, dan gerak-gerik Melayu seperti apa. Jadi banyak yang harus aku lewati. Sebulan (reading) itu intens," lanjutnya.

Menurut wanita keturunan Bali-Italia ini, latihan dialek dilakukan saat proses persiapan di Jakarta. Gesture sebagai gadis Melayu dibangun lebih lanjut saat dia dan tim hendak mulai proses produksi di Pulau Natuna Besar, Kepulauan Riau.

"Awalnya susah lho dialek Melayu, itu dialek asing buat aku, tapi menyenangkan karena dibantu Mas Abi, orang Natuna Asli. Dia mengajarkan kami dialek Melayu itu gimana," ujar Putri.

Film ini digarap sutradara Ray Nayoan bersama penulis naskah Jujur Prananto. Ini menjadi debut Ray sebagaj sutradara film panjang, sekaligus produksi pertama Drelin Amagra Pictures dengan produser Marlina Nurdiyani. Dinas Pariwisata Natuna turut menjadi rekan produksi.

Jelita Secuba akan dirilis di bioskop pada Kamis, 5 April 2018.




 


(DEV)