Scarlett Johansson Tolak Dana dari Arab Saudi

Purba Wirastama    •    25 Oktober 2018 11:45 WIB
film hollywood
Scarlett Johansson Tolak Dana dari Arab Saudi
Scarlett Johansson (Foto: Ist)

California: Scarlett Johansson dikabarkan menolak dukungan dana dari Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, untuk proyek film biopik terbaru tentang fotografer jurnalistik Lynsey Addario. Penolakan ini sudah dilakukan sebelum kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi pada awal Oktober lalu.

Seperti dilaporkan The Guardian, kabar ini diungkap oleh Lynsey sendiri dalam wawancara dengan seorang wartawan New York Times. Lynsey sepakat dengan Scarlett.

"Scarlett Johansson jelas berkata tidak. Dia bilang, 'Orang ini (Muhammad bin Salman) terus-menerus menghidupkan perang di Yaman. Dia memenjarakan para wanita," ujar Lynsey. 

"Dia sudah menolak sebelum pembunuhan Khashoggi, ketika dia (Mohammed) menjadi salah satu dari pihak utama yang ingin mendanai film ini," imbuhnya. 

Khashoggi adalah wartawan Arab Saudi yang tewas di Konsulat Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober 2018. Dia dikenal sebagai wartawan yang kritis terhadap kebijakan pemerintah Kerajaan Arab. Saat datang ke Konsulat, Khassogi sedang mengurus berkas kepindahannya ke AS. 

Sumber Turki menyebut Khashoggi dibunuh secara brutal oleh "tim" dari Arab Saudi dengan mutilasi dan cairan asam.  Pangeran Mohammed Bin Salman disebut-sebut terlibat di sini. Belakangan, pihak Arab Saudi mengakui bahwa Khassogi tewas di Konsulat, tetapi karena perkelahian. 

Menurut Lynsey, proyek film tentang dirinya menarik minat sejumlah pihak untuk menjadi salah satu investor. Karena magnet besar ini, dia merasa bahwa filmnya telah menjadi semacam kampanye bagi investor yang ingin terlibat. Dia menduga salah satunya adalah Putra Mahkota Arab Saudi.

"Aku tidak bertemu dia secara personal, tetapi aku merasa bahwa dia mungkin – filmku berubah menjadi sebuah kampanye yang punya pesona besar," kata Lynsey.

"Fakta bahwa dia ingin menunjukkan pada barat bahwa dia masuk Hollywood, dia masuk ke semua hal besar di barat. Apakah aku ingin dia terlibat dengan film ini? Jelas tidak. Terima kasih Tuhan dia tidak terlibat," lanjutnya.

Lynsey adalah fotografer jurnalistik AS kelahiran 1973 dengan fokus terhadap isu-isu konflik, hak asasi manusia, dan peran perempuan dalam masyarakat tradisional. Dia pernah meliput konflik ke sejumlah kawasan Timur Tengah dan Afrika. 

Pada 2011, dia ditahan selama sepekan tanpa kabar bersama tiga rekan wartawan New York Times oleh tentara Libya. Lynsey mengaku bahwa selama ditahan, dia diancam akan dibunuh dan diperlakukan dengan kejam. Saat itu, Lynsey sedang hamil.

 


(ASA)

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

1 day Ago

Dapat disimpulkan, Jerinx adalah korban dari sikap 'lancang' Via Vallen dan beberapa pe…

BERITA LAINNYA