Alasan Mira Lesmana Lebih Memilih Jadi Produser ketimbang Sutradara

Cecylia Rura    •    26 Desember 2018 09:00 WIB
mira lesmana
Alasan Mira Lesmana Lebih Memilih Jadi Produser ketimbang Sutradara
Mira Lesmana (Foto: Medcom/Purba)

Jakarta: Mira Lesmana sempat terlibat sebagai sutradara dalam film debut Kuldesak. Dia memulainya bersama tiga sutradara lain, Riri Riza, Nan T. Acnas, dan Rizal Mantovani.

Ada empat segmen dalam film Kuldesak yang masing-masing dipegang sutradara berbeda. Mira sendiri memegan segmen yang dibintangi Aksan Sjuman. Aksan (Aksan Sjuman) tergila-gila menjadi pembuat film dan didorong oleh rekannya Aladin (Tio Pakusadewo).

Kendati saat itu terbilang sukses dengan jumlah penonton 100 ribu dalam enam layar dan dapat dikatakan box office saat itu, Mira Lesmana lebih memilih menjadi produser. Sebab, menurutnya profesi produser sedikit peminat. Dia merasa lebih telaten untuk mengkoordinir dan mengajak orang untuk terlibat dalam film.

"Saya berpikir bagaimana jadinya kalau tidak ada produser?" kata Mira di kawasan Epicentrum Jakarta, Rabu, belum lama ini.

Menurutnya, itu satu hal yang hilang ketika banyak orang berkeinginan menjadi sutradara. "Mulai dari Petualangan Sherina saya putuskan tidak lagi men-direct, saya akan jadi produser. Walaupun pada 1999 kita mau gerakan lanjutan Kuldesak dengan e-cinema itu seharusnya tercatat 13 tapi ternyata tidak berhasil, berjalan hanya empat orang yang berhasil dan itu karena kekurangan produser," tambahnya.

Memang, dalam rekam jejak Mira Lesmana lebih banyak memproduksi film dan berduet dengan Riri Riza yang memegang kendali sebagai sutradara. Beberapa judul film yang dihasilkan di bawah tangan dingin mereka antara lain Petualangan Sherina, Ada Apa Dengan Cinta, Laskar Pelangi, Sokola Rimba, dan yang terbaru Kulari ke Pantai.


 


(ELG)