Hanung Bramantyo Mengaku Sulit Garap Film Komedi

Cecylia Rura    •    28 April 2018 16:23 WIB
hanung bramantyo
Hanung Bramantyo Mengaku Sulit Garap Film Komedi
(Foto: Julius Wiyanto)

Jakarta: Sukses menelurkan beberapa judul film, Sutradara Hanung Bramantyo menemukan 'batu sandungan' dalam industri perfilman. Salah satunya ketika mengerjakan film komedi dengan bumbu budaya atau sejarah.

"Komedi sebetulnya hal yang paling sulit, dari semua genre film paling sulit adalah komedi. Apalagi komedi tetapi ada sejarahnya, ada aspek period-nya. Itu juga agak sulit," ungkap Hanung singkat saat ditemui Medcom.id di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu, 28 April 2018.

"Kenapa komedi itu sulit? Karena susah membuat orang tertawa dibandingkan membuat orang menangis," kata dia.

Hanung Bramantyo menggarap film perdana dengan unsur komedi budaya, Benyamin Biang Kerok produksi Falcon dan Max Pictures. Dalam film ini ia menggandeng aktor Reza Rahadian sebaga tokoh utama Pengki yang sempat diperankan mendiang aktor Benyamin Sueb.

Sejumlah kritik dilayangkan pada karya Hanung lantaran dianggap tak menampilkan unsur budaya Betawi dan dengan bumbu komedi yang kurang menarik. Hal ini bahkan sempat ramai diperbincangkan oleh komunitas budaya Betawi Kita yang mengajak masyarakat untuk tak menyaksikan film tersebut.

Di samping itu, film Benyamin Biang Kerok tengah diramaikan kasus hak royalti. Penulis naskah asli, Syamsul Fuad melayangkan gugatan terhadap pihak Falcon dan Max Pictures karena ia tidak mendapatkan royalti sebagai hak ekonomi. Sementara dari kabar yang beredar, Syamsul telah diberi hak moral berupa nama yang dicatut dalam kredit film serta undangan premer film Benyamin Biang Kerok. Kasus ini masih diusut dan diperkarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dari catatan filmografi, kesuksesan Hanung dituai dari pengerjaan film bergenre drama percintaan, biopik, dan drama religi. Sebut saja film Catatan Akhir Sekolah (2005), Jomblo (2005), Get Married (2007), Ayat Ayat Cinta (2008), Sang Pencerah (2010), dan Kartini (2017).

Untuk proyek selanjutnya, Hanung tengah mengerjakan proyek film biopik Sultan Agung yang rencananya akan tayang pada November mendatang


(DEV)