Sutradara Film Laut Tak Ingin Mendikte Penonton

Purba Wirastama    •    17 Desember 2018 22:46 WIB
film indonesia
Sutradara Film Laut Tak Ingin Mendikte Penonton
Koji Fukada, sutradara film Laut (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Laut, film ko-produksi sineas Jepang dan Indonesia yang juga diberi judul The Man from the Sea, barangkali meninggalkan sejumlah tanya bagi penonton karena pencampuran realita dan fantasi yang dibiarkan misterius. Koji Fukada, sutradara dan penulis film ini, menyatakan tidak ingin mendikte penonton dengan penafsiran pribadinya. 

Laut mengambil latar Banda Aceh pasca tsunami. Seroang pria misterius, yang kemudian dipanggil Laut, ditemukan di pantai oleh Takako, pekerja LSM asal Tokyo. Identitas Laut dipertanyakan dan membuat orang-orang curiga, terutama setelah dia melakukan sejumlah keajaiban. Sementara itu, anak Takako bersama sepupu dan dua kawannya bersahabat dengan Laut. 

Dalam penayangan Laut khusus bagi media di XXI Plaza Indonesia Jakarta pada Senin sore, 17 Desember 2018, seorang wartawan bertanya kepada Koji, makna apa yang hendak dia sampaikan.

"Sebetulnya, saya tidak punya maksud untuk menyampaikan pesan saya sendiri," jawab Koji lewat penerjemah. 

"Ini menjadi prinsip saya dalam membuat film. Saya pikir, saya mau kalau ada 100 penonton, akan ada 100 penafsiran," imbuhnya.

Sebetulnya, jika melihat sifat aslinya, karya film mewakili visi dari dari para pembuatnya dan bercampur dengan beragam proses internal bersama kru dan pemain. Namun dalam konteks ini, menurut penuturan Koji, dia tidak ingin membuat semacam propaganda lewat film.

"Kalau melihat sejarah, film bisa berfungsi sebagai propaganda. Namun saya tidak mau membuat film yang memaksa pandangan dari saya sendiri," ungkap Koji. 

Koji berpendapat bahwa film yang baik itu seperti cermin bagi penonton yang masing-masing punya sifat dan cara pikir berbeda. Satu film yang sama, bisa memiliki pemaknaan beragam. 

"Misalnya, khusus tentang karya ini, bagaimana menanggapi bencana alam, bagaimana pandangan atas hidup dan mati. Setiap orang punya pandangan berbeda. Semoga setiap penonton bisa menemukan setelah menonton karya ini," tuturnya. 

Film ini dibintangi Dean Fujioka, didukung Mayu Tsuruta, Junko Abe, Taiga, Sekar Sari, dan Adipati Dolken. Produksi dilakukan oleh Nikkatsu bersama Kaninga Pictures dan Comme Des Cinemas Prancis.

Laut dijadwalkan rilis di bioskop Indonesia pada awal 2019.





(ASA)