Steven Spielberg Tidak Setuju Film-film Netflix Masuk Oscar

Purba Wirastama    •    27 Maret 2018 11:45 WIB
steven spielberg
Steven Spielberg Tidak Setuju Film-film Netflix Masuk Oscar
Produser dan sutradara Steven Spielberg (Foto: Vanity Fair)

London: Produser dan sutradara Steven Spielberg menilai bahwa film-film produksi layanan streaming berbayar seperti Netflix tidak layak masuk nominasi Academy Awards atau Oscar. Film-film seperti Manchester by the Sea, Mudbound, dan Icarus seharusnya tetap dalam ranah Emmy Awards.

Steven menyatakan hal ini dalam wawancara terbaru dengan ITV Inggris mengenai film Ready Player One yang akan dirilis dalam waktu dekat.

"Sekali kalian sepakat untuk format televisi, itu adalah film televisi. Jika bagus, pertunjukan itu layak mendapat Emmy, bukan Oscar," kata Steven.

Sebelumnya, Steven menuturkan pendapatnya tentang persaingan bisnis konten antara film bioskop dengan film dan serial televisi. Dengan kemajuan konten televisi streaming berbayar seperti Amazon, Hulu, dan Netflix, perfilman menghadapi tantangan berat. Namun baginya, persaingan ini bukan hal baru.

"Itu adalah tantangan dalam perfilman. Sama seperti saat televisi era 1950 menyuruh orang pergi dari bioskop dan tinggal di rumah karena lebih menyenangkan, berada di rumah dan menonton sebuah komedi televisi pada era 1950, dibanding ke bioskop. Jadi ini musiman di Hollywood dan kami terbiasa sangat kompetitif dengan televisi," tutur Steven.

"Bedanya dengan hari ini, banyak studio lebih suka membuat film yang punya merek besar, menjadi sajian utama, serta terjamin laris dari katalog film laris mereka daripada mencoba peruntungan lewat film-film yang lebih kecil. Film-film kecil ini, yang biasanya dibuat rutin oleh studio, sekarang lari ke Amazon, Hulu, dan Netflix," lanjutnya.

Sineas kelahiran 1946 ini mengakui bahwa pertunjukan televisi di AS sekarang berkembang menjadi lebih bagus dalam aspek penulisan naskah, cerita, penyutradaraan, dan performa pemain. Namun ini juga berbahaya bagi film bioskop.

Dia juga menyebut bahwa semakin banyak sineas yang membiarkan bisnis streaming video on demand (SVOD) memberi sokongan dana produksi untuk proyek film mereka, yang seharusnya hendak dirilis di bioskop. Menurut Steven, pihak layanan SVOD memang merilis film itu di bioskop, tetapi hanya sebagai formalitas supaya sah disebut sebagai film bioskop. Namun film televisi tetaplah film televisi.

"Semakin sedikit sineas yang akan berjuang mengumpulkan uang atau bersaing di Sundance (Film Festival), yang mungkin akan mendapat satu label khusus untuk merilis film mereka secara publik di bioskop. Semakin banyak dari mereka akan membiarkan bisnis SVOD mendanai film-film mereka," ujar Steven.

"Aku tak percaya film yang sekadar memenuhi syarat dengan dirilis di beberapa bioskop kurang dari satu minggu, layak masuk nominasi Academy Award," tukasnya.

Film terakhir garapan Steven adalah The Post yang dirilis di bioskop pada awal 2018 oleh 20th Century Fox dan Universal Pictures. Film sci-fi terbarunya, Ready Player One, akan dirilis di bioskop pada akhir Maret 2018.


 


(DEV)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

3 days Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA